5 Tips Bagi Waktu Antara Bekerja dan Keluarga

Hi Moms, gimana liburan akhir tahun Moms dan keluarga? pergi jalan-jalan kemana nih. Oh ya, sudah refleksi dan menulis kiat-kiat untuk tahun 2018? atau seperti saya ya…kurang lebih setiap tahun sama…hahahaahahaha kalau saya selalu semangat menulis “wishlist di penghujung tahun eh tapi kok kurang lebih sama ya ternyata tiap tahun!

Saya selalu cenderung berpikir ulang dan prioritas ulang setiap beberapa bulan. Khususnya momen-momen ketika saya merasakan firasat (LOL) bahwa saya akan meltdown alias kecapekan. Fuihhhh 3-4 bulan pertama kehamilan #PregnancyWithIMC was so hard…I was totally SICK all days….disini rentan terjadi “mommy meltdown” hahahaa…setelah fase itu lewat, meski masih mudah lelah tetapoi bersyukur banget ya sudah ga terlalu kebauan…hormonnya sudah akrab hehe…so prioritas saya kalau bisa dibilang :

  1. Keluarga (Suami dan Anak-Anak)
  2. Orang Tua & teman dekat
  3. Pekerjaan

Untuk keluarga itu di pikiran saya langsung dijabarkan lagi jadi : mengatur menu makan keluarga pagi, siang, malam….Huahauahuaa….bersih-bersih (kalau dulu), kalau sekarang thankful saya bisa meminta bantuan sesekali sehingga terbantu sekali untuk saya yang sudah terkapar haha, organisasi rumah , manage keuangan, dll. Selalu saja ada yang perlu dilakukan ya sepertinya. Hehehe…How about you?

Bekerja ataupun tidak merupakan pilihan yang harus diterima oleh setiap Moms di dunia ini ya. Ada kalanya berkarier merupakan ‘panggilan’ jiwa seseorang namun ada juga yang bekerja karena tuntutan ekonomi atau membantu menambah penghasilan keluarga. Menjadi career moms atau stay at home moms tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya bagaimana career moms memiliki waktu yang lebih sedikit untuk keluarga khususnya si kecil dibandingkan stay at home moms yang bisa menjaga si buah hati selama 24 jam setiap hari.

Kalau saya sendiri mungkin saya kategorikan working from home moms kali ya? dan ini ada juggle dan dramanya sendiri juga hahaa, however apapun itu kita semua sama-sama berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga kita dan semua disesuaikan dengan keputusan masing-masing ya, whatever works for you and your family!

Nah kali ini saya ngobrol-ngobrol sama sahabat-sahbat yang kerja di luar rumah dan mereka memberikan tips bagaimana membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga, menurut saya membantu sekali.

 

  • Utamakan kualitas daripada kuantitas

 

Sebagai wanita karier, waktu anda untuk keluarga tentu terbatas hanya di malam hari sepulang bekerja dan juga saat hari libur, Sabtu dan Minggu. Oleh karena itu, kualitaslah yang penting daripada kuantitas. Artinya saat bersama si kecil, fokuslah pada kegiatan yang anda berdua lakukan dan lupakan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan kantor maupun rumah. Matikan ponsel Anda dan juga tak perlu pusingkan lantai yang mungkin kotor ya moms.Yang ini saya setuju banget sih, menurut saya ada kalanya kualitas lebih penting dari kuantitas. Ada momen kan dimana kita wujudnya hadir tapi pikiran kita melayang di kerjaan dan dimana-mana…saya juga terkadang begitu apalagi kalau mau deadline suatu project, tapi well diingatkan lagi dan lagi hehehee….

 

 

  • Libatkan si kecil dalam ‘pekerjaan’ rumah tangga

 

Apapun kebiasaan yang sering anda lakukan begitu tiba di rumah seperti menyiaapkan makan malam untuk keluarga, selalu libatkan si kecil di dalamnya. Misalnya membantu menyusun piring dan gelas di meja makan atau jika ia sudah mampu menggunakan pisau, tak mengapa juga biarkan ia mengupaskan buah untuk keluarga. Dengan demikian selain membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, anda berdua juga memiliki bonding time yang bermanfaat bukan?

Selain merasa dekat dan merasa diperhitungkan di rumah, secara tidak langsung anak juga telah belajar dan menerapkan montessori di rumah loh! so, win-win banget yang satu ini ya!

 

  • Buat jadwal khusus mingguan hanya berdua anak

 

Pernahkah anda meluangkan waktu untuk ‘berkencan’ dengan si jagoan atau ‘girls night out’ bersama si gadis cilik? Jika belum, mulai sekarang yuk jadwalkan agenda ini dalam rencana mingguan anda dan anak. Tak perlu lama-lama kok, cukup 2-3 jam dalam satu minggu, pilihlah satu hari untuk berduaan dengan anak baik di luar rumah. Misalnya pergi ke bioskop atau toko buku dengan si anak laki-laki. Dan creambath di salon favorit atau window shopping dengan si little girl. Sounds good, right?

Hobi saya sejak C bisa duduk hahahaa, saya bawa aja C ke cafe-cafe kesukaan saya dan udah deh kita ngafe , ngobrol, C boleh bawa buku gambar, mainan dia dan kami pesan makanan kesukaan kami, so sweet 🙂 I treasured every moment like this!

 

  • Mengetahui ‘batas’ kemampuan

 

Tak ada satu anak pun yang suka ‘dibohongi’. Jadi jika memang anda merasa tak mampu memenuhi ‘kewajiban’ seperti sesekali menjemput anak di sekolah atau di tempat les di sela-sela jam bekerja, sebaiknya jangan berjanji pada anak karena ia pasti akan sangat kecewa. Ketahuilah bahwa sebagai wanita bekerja, anda memiliki keterikatan waktu dengan perusahaan sehingga ada batas kemampuan yang tak bisa anda langgar. Jadi untuk urusan satu ini sebaiknya serahkan saja pada si pengasuh atau orang yang anda percaya untuk mengurus anak selama anda bekerjaa ya, moms.

 

  • Berikan kejutan untuk anak

 

Kebanyakan anak suka mendapat kejutan atau surprise dari kita orangtuanya. Nah, sesekali misalnya enam bulan sekali ambilah cuti dan jangan beritahu si kecil bahwa hari itu anda libur bekerja. Berpura-puralah bekerja seperti biasa namun begitu ia berangkat ke sekolah, datanglah ke sekolah dan tunggui ia di sekolah. Sepulang sekolah, jemputlah ia di gerbang sekolah dan berikan hadiah khusus seperti mainan atau buku cerita kesukaannya. Si kecil tentu akan terkaget-kaget namun sudah pasti akan langsung memeluk anda sambil tersenyum penuh sukacita.

Ini terjadi pada diri saya sewaktu kecil, senang bangetttttt kalau tiba-tiba Surpriseeee~!!! ayah saya yang menjemput di sekolah. Kalau my mom jemput itu sudah biasa hahahaa karena beliau rata-rata setiap hari jemput, tapi kalau my dad…awwww berjuta rasanya haahahhaa karena dia lebih “bolehan” mungkin dampak jarang jemput anak jadi kalau jemput udah siaga dengan minuman yang diplastikin itu, berbagai jajanan dll…I remember those sweet moment Dad!

So yeah, baik apapun juga panggilan hidup kita masih banyak kok yang bisa kita lakukan dan maksimalkan bonding dengan si kecil, masa-masa indah ini berlalu cepat….let’s maximize it!

Apapun pilihanmu, let’s make the most of it Moms! #IMCRealMomRealJourney

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *