Cara Mengajarkan Tata Krama pada Si Kecil

Seorang teman pernah berkata kepada saya bahwa zaman kita kecil dulu berbeda dengan zaman anak-anak kita sekarang jaman NOW, khususnya dalam cara berperilaku atau bersopan santun. Pada umumnya, anak-anak zaman sekarang atau istilahnya ‘kids zaman now’ ini cenderung cuek dan tak peduli pada lingkungan sekitarnya. Jangankan mengucapkan salam atau menyapa kepada orang lain (tetangga atau kerabat misalnya), dipanggil mama atau papanya sendiri pun harus berkali-kali baru ia menjawab. Padahal anak-anak ini bukannya tidak mendengar lho ya.

Mereka juga memiliki kecerdasan intelektual yang baik. Namun anda pasti sepakat ya moms bahwa kepintaran seorang anak tidaklah berarti jika ia tak memiliki sopan santun atau tata krama. Saya sendiri berpendapat seperti ini, alangkah bermanfaatnya kecerdasaan intelektual yang sejalan dengan kemampuannya beretika dalam keluarga, sekolah, hingga nanti ketika ia dewasa. Dan tentu saja, saya dan anda tentu ingin generasi penerus kita mendatang, tumbuh menjadi anak-anak yang sopan santun atau memiliki good manners.


Lalu, sejak usia berapa sih anak sudah bisa diajarkan tentang bertata krama dan seperti apa caranya? Simak dan ikuti tips berikut ini yuk!

1.Tanamkan rasa hormat sejak bayi
Percaya atau enggak ya moms, ternyata anda sudah bisa mengenalkan tata krama pada anak sejak ia baru lahir. Hah? Gimana bisa bayi disuruh belajar etika? Hehe tentu bukan dengan menyuruhnya membaca buku soal etiket dong ya, tetapi dengan cara anda ‘menghormati’ si kecil dari bayi. Yaitu dengan bagaimana anda memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang sehingga si kecil akan tumbuh menjadi anak yang peka pada orang lain. Kepekaan atau kesensitifan ini merupakan akar dari bagaimana nantinya ia selalu berusaha respect atau menghormati dan menghargai sesama atau orang lain.

Ajarkan kata ‘please’ dan ‘thank you’ sedini mungkin
Rata-rata anak sudah mulai bisa berbicara di usia dua tahun. Nah sejak inilah kenalkan padanya tentang dua kata sakti ini yaitu ‘please’ (ku mohon) setiap saat ia menginginkan sesuatu dan ‘thank you’ (terima kasih) setiap kali ia selesai berinteraksi dengan siapa saja. Memang, secara harfiah si kecil belum mengerti makna dari kata-kata itu sih moms, tetapi biarkan hal ini menjadi kebiasaan yang akan tertanam dalam kesehariannya hingga seterusnya.

2.Jadilah teladan bagi anak
Di rentang usia 2-4 tahun, apa yang didengarkan si kecil, itu pula yang akan diucapkannya berulang-ulang. Oleh karena itu, apa yang diucapkan oleh anda dan lingkungan sekitar pastilah dijadikan contoh oleh si buah hati. So, moms, sering-seringlah mengucapkan kata, ‘please’, ‘thank you’, ‘you’re welcome’ (terima kasih kembali), dan ‘excuse me’ (permisi) dalam interaksi anda sehari-hari ya. Biarkanlah anda menjadi teladan yang bijak sebagai orangtua yang juga santun bersikap maupun berkata.

3.Membiasakan diri memanggil nama
Kebiasaan yang baik akan memberikan pengaruh yang baik pula. Anda setuju kan moms? Meski terkesan sepele, membiasakan diri selalu menyebutkan nama anak saat memanggil atau berkomunikasi dengannya Misalnya, “C, bolehkah kamu tolong ambilkan buku mama di atas lemari?”. Demikian juga sebaliknya, ketika ia memanggil orang lain atau berbicara dengan mereka, otomatis si kecil juga akan menyebut nama orang tersebut. Misalnya, “Mam, apakah saya bisa bermain sepeda nanti sore bersama teman-teman?”.

4.Bersikap sopan bahkan ketika ia sedang berbuat salah
Dalam proses ‘menelurkan’ anak yang memiliki sopan santun dan tata krama yang baik, tentu ada kalanya anda menjumpai hambatan tertentu. Misalnya anak yang sulit diajarkan ‘kata-kata sakti’ seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika hal ini terjadi, janganlah anda buru-buru marah ya moms. Ajak ia berbicara perlahan-lahan dengan kontak mata sejajar dengan anak. Sentuh lembut bahunya dan katakan bahwa anda ingin ia belajar lagi mengulang kata sakti tersebut dan selalu gunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini menunjukkan padanya bahwa anda menghargai tiap usahanya dan mau ia belajar dari kesalahannya tersebut. Dan tentu saja tetap bersikap santun padanya. Simple right?

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *