Domestic Diva and Her Secret Magic Stick!

 

Today is an Okay day, hari ini akhirnya saya sempat merapihkan pohon natal kami yang sudah tertunda beberapa bulan.

Yes you can laugh all you want dear IMC Mommies, but it is true.

Baru hari ini saya sempat melepaskan pohon natal keluarga kami. Telat banget? yah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali , kan kan kan? (Self justification mode on!) hahaha...anyway, Christmas day + 4 months, bayangkan hampir setengah tahun yang lalu Natal nya tapi saya baru betul-betul sempat copotin Christmas Tree di rumah kami. Tempted to feel bad, inferior and not as organized as other mothers but I refused! hahaa saya selalu punya justifikasi tersendiri seperti.

“Wajar yaaaa belum sempat copotin pohon Natal, kan pohon natalnya tinggi nya lebih dari 2 meter…sedangkan saya cukup setinggi anak-anak SMP di Amerika…saya ngga sampai…”

“Suami sudah janji mau bantu lepasin, tapi jadwal travelnya..aduhaiiii…..”

“Pas saya sudah bertekad manjat dan melepas pohon natal, eh jari saya malah retakkk jadilah selama beberapa minggu terakhir saya harus lebih hati-hati…”

“Ah…sayang banget mau dilepas..kan pasangnya saja sudah repot, sekalian deh waktu Chinese New Year biar masih ada pajangan pohon Natal…I promise sehabis ini sebelum bulan Februari harus sudah di lepas…”

dan masih banyak justifikasi alias alasan ngeyel lainnya!

Beres-beres dan bersih-bersih selalu saja menjadi “tugas tambahan” saya semenjak saya merantau ke Amerika Serikat untuk kuliah. Bukan saya tidak mengerti cara bersih-bersih dan hal lainnya selama saya tinggal bersama orang tua saya di Jakarta. Namun, ada bedanya loh tahu cara bersih-bersih sama rutin wajib kudu bersih-bersih Ho Oh…yang tadinya ga ada pressure , ini jadi lebih ada sejenis kewajiban seperti Okay, setiap hari X saya kudu laundry, hari Y saya membersihkan rumah ,  karpet dll. Dulu waktu masih tinggal sendirian saat kuliah, saya merasa saya cukup rajin dalam hal ini. Mungkin juga karena lebih ada waktu luang ya…namun setelah menikah lalu punya anak, saya mulai merasa “bersih-bersih” ini jadi agak-agak “Chores” buat saya. Bersyukur suami saya sih pengertian, dia tidak akan komentar kalau misalkan saya tertinggal banyakkk dalam hal ini, bahkan ia biasanya ringan tangan dan membantu saat akhir pekan dan kalau sedang tidak travel (Catat itu , sedang tidak travel).

Iuhh…kotor banget ya. untung pakai tisu pembersih kering mikorfiber nempel semua deh! gosh…

Tahun-tahun berlalu, domestic diva yang saat college (kuliah), rajin masak dan bersih-bersih tampaknya semakin menjadi kurang rajin (baca:malas). Kenapa? gimana sih rasanya sudah seharian mengurus newborn later toddler dan menemani bermain, grocery, masak, cuci lagi pancinya , bermain-main dengan C harus diakhiri dengan membersihkan seisi rumah? rasa malas itu ada, apalagi ketika mengingat “duh berat banget vacuum cleanerku”. Sejujurnya, sudah beli yang paling ringanpun tetap masih berat untuk saya hahahaa…..tapi betulan di Amerika itu sebetulnya lucky, karena debunya ga sebanyak di Asia haha…jadi setidaknya sehari tidak perlu di pel 3 kali bak makan obat aja ya. Jadi bisa dibilang tidak setiap hari saya deep cleaning rumah kami di sana. Hihi, saya dan suami pakai alat khusus yang menurut kami di Amerika sangat inovatif yakni sejenis alat pembersih lantai , tapi bukan sapu dan juga bukan gagang pel tapi sangat praktis. Saya katakan praktis karena gagangnya ringan sekali, ini nilai tambah banget untuk saya saat itu yang rasanya energinya terkuras habis…ringan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya haha. Bayangkan kalau anda harus membersihkan lantai di kedua lantai rumah anda, kalau berat yaaaa pegaalll yaaaa..terus kalau sudah pegalll……siapa yang mau pijetin coba? suami? yaaaa boleh aja sih, asal serius haha tapi mostly kan mbok pijet. Tapi mbok pijet kesayangan saya di Jakarta tidak ada di California! jadi saya ngga mau banget sampai pegal-pegal gitu apalagi sakit pinggang….ga mau pokoknya.

Dibilang saya ini hobi banget bersih-bersih sejujurnya biasa aja dan ga terlalu. Dibilang jago bersih-bersih juga mediocre lah menurut saya, memang sudah layak dan sepantasnya sebagai Ibu-ibu harus multi-tasking kan? agree ga sih? tapi pada prinsipnya saya bukan orang yang suka tergantung pada orang lain. Saya tahu saya bisa apabila saya ingin menggunakan jasa ART di Amerika ataupun saat ini di Singapura. Mungkin suatu hari saya akan memiliki ART, who knows? apabila anak saya lebih banyak? hahaha tapi untuk saat ini I enjoy doing everything myself. Pada dasarnya itu, bukan masalah bisa atau tidak bisa memiliki ART tapi saya senang untuk tidak bergantung pada orang lain. Luckily di Singapura ada jasa-jasa part time yang bisa bantu-bantu sesekali dan cukup bisa diandalkan. Tapi ga mungkin dong, masa mau bersihin ruangan A saja saya harus repot-repot manggil dulu. Jadi memang solusi bagi keluarga kami sejak dulu adalah menggunakan alat-alat yang praktis dan inovatif dan tidak membuat saya pegal.

Waktu itu ada beberapa IMC Mommies yang pada nanya ke saya. “Mom C di Amerika, rumahnya siapa yang bersihin?” saya jawab “Ya saya sendiri, kadang sama suami…” haahaha terus masih aja ga percaya malah tanya “Di Amerika ngga ada ART ya momC?” Duh jujur susah jelasinnya nih, karena memang di US itu udah ga musim pakai ART hehe nah kalau ada pun part timer tapi betul-betul hourly dan ga maximal banget, jadi kebanyakan hal-hal domestik perlu kami lakukan sendiri. Terus si Mommy ini lucu banget malah bilang “Ga bisa bayangin mom C ngepel, mom C ngepelnya pakai tangan? jongkok?” waduhhh saya juga ga inget saya sambil jongkok ga ya? hahaaha mungkin kadang iya sih! tapi waktu itu saya bilang “Saya punya alat ngepel dan bersih-bersih khusus yang enteng banget…terus sekali pakai dibuang jadi saya ga perlu meres-meres.” Nahhhh mommy itu bertanya lagi “Di Indonesia ada ga sih?” terus terang saat itu saya ga tau di Indonesia ada gaaaaa ….

Terus terang IMC Mommies, saya ga hobi ngepel sambil jongkok kecuali terpaksa misalnya Flubby Jelly tumpah berceceran sampai lengket dll sebagainya, saya kurang hobi juga ngepel pakai tangan terus saya harus jongkok lagi dan memeras kain pel nya. Ini personal preference saya aja sih, rasanya kalau kelamaan jongkok terus pegal ya itu ujung-ujungnya saya perlu bayar >>100 USD SPA hahaha, again bukan masalah ga rela SPA, tapi apa iya sempat setiap habis ngepel saya wajib kudu SPA? terus baby C waktu itu mau ditaruh dimana dong?

Jadi bagi saya yang lama tinggal merantau, alat pembersih lantai Magiclean Wiper ini bagaikan dream comes true! masuk semua ke daftar must have saya. WHY

  1. Harus ringan , ga mau sakit pinggang
  2. Ga mau meras-meras dan jongkok-jongkok
  3. Sebisanya tidak mau cuci-cuci lagi, laundrynya udah banyak
  4. Praktis , menggunakan tisu kering mikrofiber dan tisu basah khusus sekali pakai buang

5. Ga buat pegel dan encok, alias designnya ergonomis dapat berputar 360 derajat ke segala sudut

6. Bisa digunakan 1 tangan, Hey multi-tasking Mama, 1 tangan is all you have ya saat toddler anda request minta ini itu while you are doing the task.

7. Khusus untuk C bisa di adjust ketinggiannya, child size, real object – this is perfect for Montessori activity!

 

Fiuhhh, life saver to me , my husband and my sister in law! Senang banget waktu kemarin ini balik ke Asia dan mampir ke rumah sister in law saya ada Magiclean refill tergeletak di dapur dia. Saya langsung tanya “Di sini ada jugaaaa yaaaa?” She said “Ya ada lah yaaaa, this is a MUST HAVE….aku cuma beli Magiclean dan tisu refillnya karena paling bagus nangkepin semua debu dan rambut.” Ternyata Magiclean ada di Singapura!!! dan ternyata bukan saja hanya ada di Singapura, juga ada di Indonesia…meskipun masih 100% dibuat di Jepang yaaa.


So, balik lagi ke prioritas ya IMC Mommies, kalau aku menganggap bersih-bersih saat anak masih sibuk bertumbuh dan berkegiatan itu memang seperti menyerok salju saat masih turun salju. Jadi aku pilih yang praktis, mudah di pakai dan ga bikin pegel plus bikin bersih ajaib bahkan sampai ke sudut-sudut! #IMCBersihBersihBarengMagicClean #IMCLittleHelper

 

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author “Montessori di Rumah” & “Real Mom Real Journey” , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

1 Comment

  • Saya sering kehabisan ide main dengan anak2. Pengen gabung ke mailing list utk nambah ilmu main asyik dengan anak2. Thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *