Our Journey to Miracle C2

Hi Moms or Moms to be, setelah dari bulan lalu janji mau sharing baru sempat nih akhirnya. Jadi kali ini mau cerita dan sharing sedikit ya….tentang persiapan sebelum kehamilan…tentunya setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda, kalau saya sendiri suka siap-siap meski ga sampai over gimana but everything in moderation menurut saya perlu.

Jadi 5 tahun lalu saya pertama kalinya mengandung C saat itu saya sedang di Amerika I was in my mid 20s….hehehe senang yaaa tentunya dan saya juga share sedikit di buku RMRJ gimana kesenangan saya itu bikin saya belanja banyak banget uhmm!!! welll ok , jadi pada saat itu saya sudah menikah beberapa tahun dan memang kami baru saling mengenal jadi kami merasa mungkin baiknya kami kenalan dulu berdua sampai lebih kenal hehe baru secara naluri tanggung jawab bertambah dan dapat membesarkan anak yang diberikan oleh Tuhan. Tanpa banyak pikir 2-3 bulan kemudian saya hamil. Well ada sih persiapan dasar seperti konsumsi makanan lebih sehat, berhenti minum yang mengandung caffeine dan mentah-mentah dll seperti hal-hal yang sudah saya pernah pelajari saat kuliah kelas nutrisi dulu. Menurut saya wajar saja menyiapkan diri, karena saya believe tubuh kita ini akan menjadi tempat bayi berkembang dll .Baiknya ya saya persiapkan diri saya lebih baik, ga kurang nutrisi dll. Saat itu saya juga masih lebih kurus sehingga dokter meminta saya naikkin beberapa kilo deh…hahahahaa bayangkan kalau sekarang? ga usah deh ya!!!! OK…fast forward ke akhir tahun lalu ketika saya pindah dari Amerika ke Singapura.

Salah satu tujuan kami pindah karena kami ingin punya anak lagi dan di Asia kami merasa lebih banyak saudara dan helps, hehehe jadilah semangat banget yaaa ketika pindah saya ga lama cari Ob Gyn baru di Singapura dan kagetlah saya ketika dokter (nyebelin deh dokter yang ini) langsung mencibir saya bilang “Coba saja kalau kamu bisa punya anak, dengan kondisi kista menutupi ovarium kamu seperti itu kamu tidak bisa hamil!.”

Saya jujur baru tahu ada kista di ovarium saya loh, memang selama ini kalau sedang datang bulan sakit banget kan pernah pingsan juga 2-3x pas di Amerika itu…tapi ga tau karena itu dari kista endometriosis. Jujur saya sedih, takut, nangis dan terpuruk sekali saat itu. Ya gimana ga? C sudah usia 4 tahun saat itu dan kami sudah ingin bangetttt memberikan C adik…saya visit beberapa dokter lain dan semua jawabannya sama. Akhrinya para dokter ini kan menyarankan saya menjalani operasi laparaskopi (angkat kista) dan saya tanpa ba bi bu be bo minggu depannya operasi! Yes…dan barang saya masih di kontainerrr belum di unpack. It was hard, unpredictable and all….ga keliatan ya di instagram? ya ga lah ya, bagi saya it is part of life, ga perlu berlebih-lebihan juga…saya masih bersyukur ketauan dan ada di Singapura saat itu sehingga orang tua saya bisa hadir jagain C saat saya dan suami di rumah sakit. Kalau dipikir-pikir dulu pernah ada symptoms ga sih? sebetulnya ada, kan pernah kayak kesakitan banget beberapa kali kalau mau mens sampai muntah dan keringet dingin dan pernah pingsan gitu berdua C ! ya ampun bayangkan ya….kalau ga ada yang lindungin gimana ya itu…suami lagi travel dan C baru 2 tahun hixxx…

OK, setelah selesai dan recovery saya kembali dipantau ObGyn yang melakukan operasi saya dan phewwwwwww…dia mau menyuntik saya dengan hormon. Saya ini orangnya selalu hati-hati, saya minta ia menulis dengan jelas apaan itu yang mau dia suntik ke tubuh saya ini setiap bulannya? saya minta waktu 3 bulan untuk pikir-pikir dan saya pulang, tapi saya berjanji pada diri saya, I won’t come back! saya ga mau disuntik hormon laki-laki dan dibuat menopause. Apa coba logikanya? Ok, argumentasinya supaya ga tumbuh lagi kistanya…jadi mens saya harus dihentikan selama 6 bulan ke depan. Well? that means I will waste 6 months to even try naturally to have a baby? Ditambah lagi dokter mengatakan “Saluran tuba nya sebagian ke blok, satu lagi lemah lah dll dll.” Juga ia katakan uterus saya agak tilted ke belakang dll. Ia mengatakan ini semua di depan saya dan suami saya dengan muka memelas tanpa harapan. Suami saya dan saya langsung REJECT kata-kata itu, knock on wood! terserah kamu mau bilang apa, you are not the giver of LIFE…

 

Saya ga pernah kembali lagi ke situ karena saya ga suka sama kata-kata pesimis, dan ga mau disuntik hormon menopause! saya juga sempat search dan tanya-tanya ke sahabat saya yang dokter, dia juga rekomen ga perlu lah…dll…saya juga percaya….ga ada yang mustahil..meskipun dokter bilang apapun  juga.

Jadilah saya mencoba naturally sendiri namun juga on and off jadi seperti not trying and not preventing terlebih lagi suami saya memiliki jadwal travel cukup padat ya, jadi cukup sulit kadang. Sampai akhirnya setelah beberapa bulan (6 bulan) mencoba on and off saya chatting sama adik saya yang baru saja punya bayi. Pertanyaan dia cukup logis as she is a very logical person too hahahaha

“Do you even know your ovulation day?”

I said “yeahhh kind of, my cycle is always 28-30 days..so it should be on around hmm hmm ummm day 14?”

Sister : Nope. That was what I thought, but with my case, I found out that I ovulated lateeeeee…more like day 20-21…you need to find that out first!

That statement betul-betul makes sense untuk saya, bukan ga pernah dengan tes ovulasi yang deteksi LH namun saya asumsi c’mon saya kan dah pernah hamil, kurang lebih sama lah…eh ga taunya setelah melahirkan itu berubah-ubah juga yaaa….then bulan 1 saya coba ke dokter lainnya kali ini khusus fertilitas…dia cek overall semua Ok, ga ada tuh kista dll please do not ever come back! dan menurut konfirmasi dari dokter saya ovulasi kok…tadinya saya sempat mikir apa saya ga ovulasi? apa telur saya gimana gitu? apa saya sekarang kepala 3? aduh diketawain sama dokternya…kata dia apa bedanya sekarang kepala 3 dengan 5 tahun lalu? ga signifikan! terus setelah discan dan dipantau dan dipastikan saya ini confirmed ovulasi dokter bilang jangan balik lagi -____-” suruh cek aja sendiri di rumah pakai tes ovulasi tapi jangan males kata dia tes tiap hari ya…dan dari situ saya tahu saya ovulasinya beda-beda tiap bulan.

LH : Luteinizing hormone is a hormone produced by gonadotropic cells in the anterior pituitary gland. In females, an acute rise of LH triggers ovulation and development of the corpus luteum.

Nahhhhhhh bulan selanjutnya setelah pencerahan itu, malah saya sedang sibuk banget siapin seminar, finalisasi buku Montessori di Rumah Matematika……………………..ternyata saya hamiL!!!!!!! ini surprise besar untuk saya, suami, C dan seluruh keluarga besar kami hahahaha..Thank GOD!

Ok, jadi pertama-tama yang saya pelajari dari kejadian ini ga usah percaya dan dengerin dengan semua vonis dokter berbagai kondisi PCOS, Endometriosis,uterus ke belakang dll karena teman dan saudara saya bisa hamil dengan kondisi demikian.Tentu ga ada salahnya konstulasi fertilitas, menurut saya lebih cepat ditangani lebih baik. Kalau Moms usianya 20an, setelah 1 tahun mencoba lalu belum positif, If I were you I will go to doctor. BUT If you are mid30s, I think after 6 months trying and na da…If I were you, I will book Doctor appointment right away.Banyak-banyak berdoa dan berharap positif, dan ketiga catch the eggs…coba di observasi deh ovulasinya kapan? Baby Dust!!!!!! semoga cepat menyusul yaa #IMCMontessoriBaby #PregnancyWithIMC

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *