Montessori , Bekal Buah Hati Sejak Dini – Kompas Klasika , 7 Februari 2016

indonesiamontessori harian kompas langgam keluarga

Dear beloved IMC readers , kalau beberapa hari yang lalu saya sempat posting tentang salah satu artikel wawancara IMC dengan harian Kompas , akhirnya sekarang terbit juga artikel versi onlinenya. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang Tim Kompas berikan untuk berbagi inspirasi mengenai Montessori , visi IMC dan juga kegiatan-kegiatan yang kami lakukan bersama C.

Thank You! We are so honoured and pleased to be invited to share our little family journey to many many more Indonesians ! 

montessori bekal buah hati sejak dini harian kompas klasika

Waktu beberapa minggu lalu salah satu perwakilan harian Kompas , Bu Gandes menghubungi IMC untuk share sedikit banyak mengenai IMC dan metode Montessori untuk langgam keluarga, maunya janjian ketemuan supaya lebih seru tanya-tanya dan foto-fotonya ya…apa boleh buat, kami sedang di Amerika. Thanks to technology!!! jarak yang amat jauh itu terasa sangat dekat dan tidak lagi menjadi halangan , karena akhirnya wawancara dilakukan via online dan Thanks God semua berjalan lancar. Surprise sekali dengan Tim Kompas , terutama Bu Gandes yang datang dengan persiapan penuh alias pertanyaan yang cukup banyak dan tepat menyasar hehe, saat bertanya-tanya sepertinya sudah cukup mendalami metode Montessori loh! Salut!!! Senang jadinya kenalan dengan teman-teman baru dari harian Kompas serasa dekat dengan tanah air…senang juga diupdate tentang Indonesia dll, homesick! 

Akhirnya setelah interview , tanya jawab yang cukup panjang sampai perlu bersambung ya Bu Gandes? haha…terbit juga artikel “Montessori , Bekal Buah Hati Sejak Dini” di langgam keluarga, Kompas Klasika pada hari Minggu 7 Februari 2016 . SURPRISE! sangatttt terutama karena hari itu mendekati perayaan Imlek yang juga mendekati hari ulang tahun ibu ku, jadi beliau yang sangat surprise, bukan karena belum tahu tapi ternyata karena fotonya cukup close-up ya! hahaha…bagi IMC readers yang baru gabung, mungkin belum pernah baca “about me” bahwa my Mom was a Kindergarten Teacher , Ibu ku dulunya seorang guru TK yang memutuskan untuk berhenti saat punya anak dan fokus mengajar anaknya di rumah. Menurut curhatan my mom, saya ini anaknya aktif sekali , ga bisa diam, skeptis dan maunya selalu macam-macam kegiatan persis seperti C saat ini. Kalau minta dibacain buku 2 jam juga ga habis , kalau berenti saya akan merengek-rengek. Lalu versi cerita my mom, saya juga cepat bosan jadilah ibu saya menyiapkan segala macam kegiatan di rumah mulai dari batu, tanah liat, bunga, melukis, dapur-dapuran dari kardus dan styrofoam yang ia buat sendiri dll. Memori indah inilah yang mendasari saya melakukan apa yang saya lakukan sekarang plus berbagi memori dan ide dengan ibu-ibu lainnya setanah air. Karena ternyata ingatan indah itu di usia-usia dini tidak luntur begitu saja, malah semakin hari semakin teringat loh!

montessori di rumah elvina lim kusumo kompas klasika 7 februari 2016

Nah di artikel “Montessori, Bekal Buah Hati Sejak Dini”  ini, Bu Gandes merangkum semua wawancara dan cerita ngalor ngidul panjang kita ke beberapa paragraf yang padat, apik dan tutur bahasa yang amat menarik, suka banget gaya bahasa nya, lugas dan tidak kaku tapi juga tepat sasaran dan berbobot! Bagi IMC Readers yang kebetulan belum sempat membaca Koran Kompas terbitan 7 Februari 2016 kemarin bisa di baca di Online Kompas Klasika ya, artikel ini di arsipkan di sini.

montessori di rumah indonesiamontessori.com

Sekali lagi kami sekeluarga senang sekali dapat berbagi mengenai kegiatan kami, visi IMC dan juga metode Montessori kepada pembaca di tanah air melalui harian Kompas kemarin, terima kasih atas kesempatannya tim Kompas Klasika ! Hal ini betul-betul pengalaman tak terlupakan dan terlebih lagi kami sangat senang karena kami yakin dengan ulasan tim Kompas, semakin banyak lagi orang tua dan pendidik di Indonesia yang mengenal pendekatan ini dan mulai menerapkannya dari rumah masing-masing, karena Ibu adalah sekolah pertama anak. Dan saya yakin, maju mundurnya Indonesia memiliki kaitan erat dengan peran orang tua dan pendidikan anak-anak Indonesia. Saya bisa bayangkan betapa indahnya Indonesia dan semakin maju dan berkembang, apabila semakin banyak anak-anak yang berkesempatan berkembang maksimal. AMIN!

Terima kasih juga untuk semua IMC Readers setia yang telah meluangkan waktunya untuk berbagai inspirasi dan pengalaman pribadi di kolom IMC Testimonial yang selengkapnya bisa di baca di sini, BE INSPIRED!

Accidentally masuk ke IMC IG account and got hooked! Tertarik banget sama ide-ide simple dan uniknya yang bisa dilakukan di rumah buat anak bermain sambil belajar. Ry, my son adalah tipe anak yang super aktif dan gak bisa diam. Tingkat curiositynya sometimes ngalah2in kucing, dan sangat bosenan sama mainan mainan dia yang banyaknya minta ampun (totally my fault yang seneng manjain dia with mainan yang seru-seru padahal gak segitu mendidiknya just because mommy yang sebenernya suka haha). Padahal, in reality, Ry lebih suka dan tertarik sama things yang bukan punya dia malah. Long story short (padahal tetep panjang ;p) I tried one of IMC idea with the coloured noodles (i like to call it rainbow noodles soalnya Ry hafal rainbow). Aku terkagum2 dia bisa main keseruan for almost an hour. Sambil misah-misahin, numpahin, pindahin, terbangin noodlesnya. Ditengah ke messy-an itu sambil belajar sensory, warna and how to be creative dengan noodlesnya itu. I am definitely going to try semua IMC list ideasnya so Ry bisa continue bermain sambil belajar while mom can worry about cleaning up the mess later haha. Thank you so much IMC. Keep inspiring yah karena as a mother i learn a lot from you 🙂

 

Sharena Delon
A full time Mommy
Jakarta, Indonesia
—————————————————————————————————————————————–

IMC itu “energy booster” keluarga Indonesia

Berawal dari kejenuhan mata memandang disaat anak hanya berkutat pada mobil, pistol, bola, robot dan seputaran itu-itu saja, jadilah saya getol mencari ide bermain. Bersua dengan ide bermain ala montessori, disitulah mata, pikiran dan hati  saya mulai terbuka lebar, bahwa dunia anak tidak sebatas robot dan kawan-kawannya. Semua yg ada disekitar lingkungan kita, bisa menjadi permainan yg sangat bermanfaat bila dikemas secara apik. Dari sini pula, saya mengenal metode montessori, yang pas dan tepat untuk saya terapkan ke anak-anak di usia dini saat ini. Alif yang dulu bossy perintah ini itu, tantrum tiba-tiba suka pukul lempar banting sana sini, cepat bosan, selfish dan suka menyerah karena tidak sabaran. Makin hari alif bisa lebih mandiri, bisa mengkoordinasikan pikiran, hati dan anggota tubuhnya dengan baik, rasa ingin tahunya lebih tinggi, mau mendengar memahami dan kerjasama, Minat akan buku makin Wow,Kosakata terus bertambah, imajinasi makin luar biasa. “Because the imagination is more important than any knowledge” Kognitif, afektif, sensorik, dan motoriknya lebih berkembang dengan baik. Syukur alhamdulillah… Bagi saya sendiri, jauh lebih mengenal karakter alif, apa yang dia suka dan tidak suka, dan mana yg ia sudah siap serap dan belum siap serap. Tidak hanya Alif, sayapun juga ikut belajar. Jauh lebih sabar dan tekun dalam mendidik anak serta menikmati proses yang ada. Saya semakin terpacu untuk menjadi potret orang tua yang positif dan jadi sumber informasi utama untuk anak. Bagi kami, IMC merupakan wadah informasi, motivasi, kreasi, dan interaksi yang berharga  seputar education dan parenting tentunya. Terbantu punya kegiatan rutin untuk bermain sambil belajar dengan anak melalui jadwal homeschool atau challenge setiap bulannya. Dan sekaligus“energy booster” keluarga Indonesia. Thank you so much Indonesia Montessori^^

Nia Mihmidaty
Stay At Home Mom
Batam, Indonesia
—————————————————————————————————————————————–

” IMC ” , Gubrakan Baru untuk kami yang msh banyak ketinggalan ilmu

Di Kudus itu bisa dibilang setengah-tengah , setengah desa & setengah kota 😉 . Kota kecil tepatnya . awal kenal IMC krna rajin absen di facebook , waktu itu azka berumur 1th . semakin dibaca dan didalami , woow … keren banget ini yg terpikir di benak saya ” oke , mari kita praktekkan di keluarga kita ” setiap kegiatan azka yg terinspirasi dari IMC selalu saya upload baik itu di Fb , IG , dan selalu jd DP di BBM saya . Bukan bermaksud pamer tapi lebih ksh tahu ini loh metode bagus u/ diterapkan kita para ortu pada anaknya . Apalagi di kudus yg notaben nya hal seperti ini jarang ada dan belum banyak yg tahu . Ada hasil saya sering upload foto2 itu ,teman2 mulai tertarik dengan kegiatan azka . Dari situ saya kenalkan dan saya sarankan mereka untuk bergabung di IMC ini . Meski kita di desa tapi tak boleh kalah donk sama orang di kota meskipun juga saya hanya lulusan SMEA tapi untuk hal yg satu ini tidah boleh disia2 kan dan harus disebar luaskan agar para ortu ini tahu tentang metode pembelajaran yang tepat dan terbaik untuk anak-anaknya , merubah tradisi lama dan mengikuti kemajuan.. Jadi saya akan tetap berusaha memperkenalkan apa itu Montessori di kota kecil saya yg merupakan hal yg luar biasa dan sangat saya syukuri saya diberikan kesempatan untuk tahu dan bergabung disini . TERIMAKSIH ” IMC ” inspirasi kami 🙂

Ratna Juwita
Wirausaha, Fulltime Mom
Kudus, Indonesia
—————————————————————————————————————————————–
Baca seluruh testimonial IMC lengkapnya di sini ya! Semoga sharing Mommies dari seluruh Indonesia ini memotivasi anda dan menjadi sumber inspirasi dan energi anda 🙂
Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author “Montessori di Rumah” & “Real Mom Real Journey” , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *