Sibling Rivalry Part 1 : Tips & Solusi Mom Nia

Hi IMC mommies yang kemarin sempat menonton tayangan sesi Ibu Pintar di Trans TV, mungkin sempat melihat kejadian seru antara C dan Rafello ya. Masing-masing mau main dengan mainan yang temannya sedang mainkan haha akhirnya rebutan dan salah satu sedih dan menangis… huhuhu…gimana ya solusinya?

Kalau C saat ini masih anak satu-satunya jadi di rumah saya belum punya banyak pengalaman cara merelai pertengkaran antara kakak beradik. Super thankful ada beberapa IMC mommies yang memiliki anak lebih dari semata wayang yanh bersedia berbagi dan share tips mereka untuk survive. Yuk belajar bareng, untuk saya juga penting banget nih supaya di kemudian hari kalau C sudah memiliki siblings bisa diterapkan ya!

Kalau dengan teman-teman sih saya berusaha ga interupsi selama rebut-rebutan dan konfliknya tidak melibatkan fisik. Namun tetap diperhatikan, apabila terlihat ciri-ciri mulai kearah fisik baru diinterupsi. Tujuannya sih supaya anak-anak bisa bersosialisasi dan mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri.

Yuk, kita dengarkan tips dari mom @alif.abiy ,

Sibling Rivalry :
merupakan permusuhan dan kecemburuan antara saudara kandung yang menimbulkan ketegangan diantara mereka.Kemungkinan sibling rivalry akan semakin besar apabila mereka berjenis kelamin sama dan jarak usia keduanya cukup dekat.
Sejak kehamilan kedua, kami sebagai orang tua mulai mengedukasi abang Alif tentang kehadiran adeknya. Tapi seiring bertambah usia abang yang hampir 4 tahun dan adik 1.5 tahun, dimana adek mulai aktif komunikasinya, si abang ini terkadang muncul sifat cemburuan.

Misanya saat adik sakit, otomatis rewel dan saya gendong. Abang yang sudah gede ini pun minta gendong juga saat dia sakit. Terkadang kalau abang tidak dituruti, dia akan ngambek dan nangis.

Solusinya:
1. Selalu memberi pengertian bahwa kasih sayang bunda itu sama besar untuk abang dan adek. Hanya saja adek masih kecil lebih butuh perhatian dibanding abang. Karena abang sudah besar dan harus mandiri.
2. Membujuk dengan sabar tanpa emosi. Tidak serta merta kami lalu menggendong abang begitu saja.Tapi perlahan kami bujuk agar dia mengurungkan kemauannya tadi.
3. Dikomunikasikan kepada si abang, sehingga rasa cemburu serta juga perasaan kurang diperhatikan bisa diminimalisasi dengan lebih baik lagi. Misalnya mengajak mereka bermain bersama-sama. Sehingga abang akan merasa bahwa ia juga mendapat perhatian orang tua.
Melibatkan si abang ketika melakukan kegiatan untuk adek. Misalnya Meminta tolong abang untuk mengisi air dlm botol minum adek. Sehingga perlahan menumbuhkan jiwa persaudaraan mreka.

Sejauh ini saya bersyukur sudah berani pergi bertiga tanpa suami atau pendamping. Kuncinya: pertama, ibu harus berani.

Kepepet atau enggak, pokoknya harus memberanikan diri. Kedua, Sebelum berangkat saya sounding dulu ke si abang, kita mau pergi kemana, naik apa, dan yang penting ada tugas khusus untuk abang nanti kalau sudah sampai di toko misalnya abang dorong mini trolly. Abang harus selalu disamping atau di depan bunda.

Mom Nia juga berusaha untuk mendidik abang dengan baik dan benar dahulu dengan harapan adik-adiknya di kemudian hari ngikut dan mencontou dari si abang.

Amazing IMC mommies, mendengar semua tips ini sangat berguna untuk kita ya baik yang belum punya anak, punya 1 anak dan juga beranak pinak banyak ya! Terima kasih mom Nia Mihmidaty untuk sharing dan tips untuk kakak adik ya! ditunggu sharing IMC Mommies selanjutnya di Sibling Rivalry part 2 ya! #RealMomRealJourney

 

 

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author “Montessori di Rumah” & “Real Mom Real Journey” , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *