Sibling Rivalry Part 2 : Tips Mengatasi Pertengkaran Kakak Adik Mama Mumu

Hi IMC Mommies, berlanjut dari Sibling Rivalry sebelumnya kali ini yuk kita simak sharing dan tips dari Mama Mumu @mumu_homeeducation yang memiliki 2 anak.
Menurut Mama Mumu, hal-hal seputar sibling rivalry itu berkisar antara sifat anak sendiri, pengaruh orang tua dan kekurangan waktu.

Mengapa demikian? karena menurut Mama Mumu setiap kasus berbeda, ada kakak beradik yang usianya berdekatan ataupub jenis kelamin sama dan hal ini memicu untuk mereka menjadi cenderung lebih sering bertengkar. Namun ada kasus-kasus lainnya yang tidak demikian juga loh, ada yang usianya berdekatan dan jenis kelamin sama tapi malah jarang terjadi permusuhan, sebaliknya ada yang jaraknya cukup jauh (5-6 tahun) tetapi malah bertengkar.


Dari pengalaman Mama Mumu dan juga dari beberapa teman beliau, sepertinya hal utama yang terjadi adalah kurangnya pemupukan pengertian dari saat adiknya lahir. Dalam hal ini peranan orang tua penting sekali untuk memberi briefing ataupun pemahaman kepada si kakak.

Tanpa disadari saat si adik lahir, sang Ibu mungkin berusaha membagi waktu untuk menemai kakak saat adik sedang tidur tanpa memberi pemahaman tentang arti kehadiran adik dan bagaimana posisi kakak di keluarga ini. Menurut Mama Mumu, ayah dan ibu bisa berusaha memberi pemahaman secara terus menerus sejak si adik lahir sampai nantinya bisa mulai berinteraksi dan bahkan bermain dengan si kakak.

Sifat anak, hal ini juga perlu dimengerti orang tua ketika mendampingi mereka. Kalau di keluarga kami, misalkan Mumu, Mumu itu cenderung sulit menyampaikan perasaan. Entah gengsi atau bagaimana, Mumu bisa bersikap semaunya ketika ada yang tidak sesuai dengan keinginannya. Biasanya saya berusaha untuk tidak serta merta mengomel namun saya berusaha tidak fokus hanya pada kesalahannya, sebaliknya saya ajak untuk melakukan kegiatan yang ia sukai sehingga Mumu calm down dan baru saya ajak berbicara mengenai permasalahannya. Baru deh ia lebih mengerti setelah cooling down.

Sibling rivalry ini jga berdampak pada Mama Mumu yakni jadi kekurangan waktu untuk menyelesaikan tugas rumahan seperti memasak dll. Apabila suami sedang di rumah, memasak bisa selesai dalam waktu kurang dari 1.5 jam namun hari-hari biasa bisa molor sampai 3 jam juga belum selesai.


Solusinya saya tidak bisa terus menerus memisahkan mereka bermain sendiri-sendiri juga. Kalau selama masih bisa diawasi saya usahakan mereka bermain berdua. Baru ketika saya sedang tidak dapat mengawasi (misalkan saya pergi mandi) saya amankan dan tempatkan di tempat yang berbeda.
Pada dasarnya mereka berdua saling menyayangi dan saya sendiri mengusahakan supaya kakak bisa lebih mengerti dan berdamai dengan adiknya sehingga sang adik juga bisa menghormati kakaknya. Bukan pekerjaan mudah memang, harus berusaha sabar dan selalu diberi pemahaman. Menurut Mama Mumu, meskipun sibling rivalry tidak akan benar-benar hilang setidaknya bisa dimininalisir dan hal itu akan jauh lebih baik untuk keduanya. Plus kekurangan waktu untuk Mama juga bisa teratasi.

 

Ok, ada satu contoh nyata dari kehidupan sehari-hari Mama Mumu, Kalau mainannya adalah mainan bersama (misal 1 figure mainan yang tidak ada namanya) dan mereka rebutan biasanya solusinya:

1. Mama akan menanyakan siapa yang memegang mainan itu pertama kali. Kalau misal Mumu yang pegang duluan mama akan biarkan Mumu yang bermain duluan dengan mainan itu sambil memberinya pemahaman tentang berbagi, setelah selesai mainnya gantian berikan mainannya ke adek. Begitupun ke adiknya, mama juga harus memberi pemahaman tentang menunggu giliran bermain sambil mengajaknya mengambil mainan yang lain.

2. Bisa juga, saat mengambilkan mainan yang lain untuk adik bisa juga dipilih mainan yang masih nyambung dengan mainan yang jadi rebutan. Misal yang jadi rebutan mainan figure singa, mama akan ambil figure kuda2an untuk adik dan mama akan buat cerita kalau si Singa mau makan kuda jadi adik harus bawa kudanya lari ngumpet dari Singa dan Mumu yang pegang figure singa harus mencari si kuda. Dengan begitu mereka bisa main bersama.

Tapi, Kalau belum ada yang bisa menerima/memahami perkataan mama (tetap ngotot mau memainkannya duluan) biasanya mainan tersebut akan mama simpan sementara (tidak ada yang bisa memainkan) sambil melihat situasi siapa yang benar-benar menginginkannya karena biasanya salah satunya hanya ikut-ikutan saja. Biasanya yang benar-benar menginginkan masih merengek meminta dan yang tidak benar-benar menginginkannya sudah asyik bermain dengan mainan yang lain.

Disitulah mama akan ajak yang menginginkannya untuk menjauhi tempat bermain sementara dan memberikan mainan yang jadi rebutan itu untuk dimainkannya. Dengan begitu akan membuat mereka lebih mudah untuk memahami perkataan mama tentang berbagi dan menunggu giliran. Karena yang menginginkan mainan pertama kali sudah bermain dg mainannya shingga mudah untuk meminjamkannya ke saudaranya dan saudaranya sudah merasakan menunggu giliran dan akhirnya akan tetap bisa memainkan mainannya tersebut.

Intinya orang tuanya harus bisa melihat situasi dengan kepala dingin (karena kalau melihat dua anak sedang emosi bisa ikutan terbawa loh) sehingga tidak memihak dan tegas ketika melerai mereka.

 

Another tips dari Mama Mumu yanh ia lakukan di rumahnya,untuk masalah rebutan mainan, memberi kan nama pemilik di mainannya jadi solusi ampuh saat merekarebutan, begitu lihat nama dimainan yang mereka pegang ternyata bukan nama mereka langsung mau dilepaskan. pengenalan bentuk tulisan nama mereka saja (nama panggilan dirumah) walau mereka belum bisa baca bisa dengan mudah mereka mengerti dengan terbiasa melihat huruf-huruf nama mereka.


Dan tips lainnya yang lagi hits untuk parw ibu yang sedang mengandung , kita dapat menyiapkan hadiah untuk si kakak. Hadiahnya bisa berupa mainan atau buku yang menjadi wishlist si kakak. Jadi pada saat kakak melihat si adik lahir di Rumah sakit untuk pertama kali, dengan bantuan mama, sang adik ceritanya memberikan hadiah (dibungkus kertas kado) tersebut ke sang kakak sebagai ucapan terima kasih sudah mau mengunjungi adik yang baru lahir di rumah sakit. Sekali lagi saat sang adik dibawa pulang ke rumah, bisa disiapkan sebuah hadiah lagi sebagai tanda terima kasih dari si adik sudah welcome adik di rumah.

 

Sayang sekali waktu adiknya Mumu lahir belum ada info dan belum ada sharing IMC Mommies #RealMomRealJourney seperti ini jadilah pas pertama lihat si adik menyusu, di rumah sakit Mumu langsung ngamuk. Udah ngamuk, yah susah dibaikin ya! Kurang lebih seminggu mencoba beradaptasi karena pada awalnya kalau mendekat Mumu cenderung melempat benda yang ia sedang pegang ke si adik.

Wahhhhh terima kasih banyak genuine sharingnya untuk IMC Mommies yang sedang menantikan adik-adik ataupun yang first time mothers, berguna banget ini! karena saya percaya bahwa real journey, pengalaman langsung dan tips langsung itu sangat berarti dan apabila kita ceritakan pada teman-teman IMC Mommies lainnya pasti sangat bermanfaat. Ahhhh, mau banget nanti sediain hadiah untuk C , sebaliknya mungkin C bisa siapkan handmade gifts untuk adiknya di kemudian hari ya? Aminnn!!

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *