Stimulasi Tepat Untuk Anak Usia 3-6 Tahun

“The child must see for himself what he can do, and it is important to give him not only the means of education but also to supply him with indicators which tell him his mistakes……The child’s interest in doing better, and his own constant checking and testing, are so important to him that his progress is assured. His very nature tends toward exactitude and the ways of obtaining it appeal to him.” (The Absorbent Mind, p. 229)

“The little child’s first movements were instinctive. Now, he acts consciously and voluntarily, and with this comes an awakening of his spirit…. Conscious will is a power which develops with use and activity. We must aim at cultivating the will…. Its development is a slow process that evolves through a continuous activity in relationship with the environment.” (The Absorbent Mind, p. 231)

 

Stimulasi merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak guna mendukung perkembangan motorik kasar, halus, kemampuan bahasa, serta kemampuan sosial emosional seorang anak lho Moms. Bahkan menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kalau begitu bagaimana sih cara menstimulasi untuk hal-hal tersebut khususnya bagi anak berusia 3-6 tahun? Mari kita pelajari dan praktekkan bersama ya moms!

Kalau sebelumnya saya pernah membahas tentang stimulasi untuk anak di bawah 3 tahun (batita) yang bisa Moms baca di sini, kali ini saya akan sharing tentang stimulasi C di atas usia 3 tahun ya!


Stimulasi untuk merangsang perkembangan motorik kasar :

Usia 3-4 Tahun
Melompat dengan dua kaki selama 5-10 kali.
Menendang bola dengan kaki kiri dan kanan.
Melempar bola ke berbagai arah.
Memanjat tali di area playground.

Usia 4-5 Tahun
Melompati ubin tanpa menginjak garis pembatas ubin/keramik lantai di rumah.
Berlatih keseimbangan dengan berjalan di atas papan berukuran kecil.
Bermain ‘Petak Bulan’ di halaman rumah.

Usia 5-6 Tahun
Berlari cepat sejauh 500 meter bolak balik.
Memanjat rumah-rumahan di playground tanpa jatuh.
Melompati seutas tali setinggi 50-70 centimeter.

Stimulasi untuk merangsang perkembangan motorik halus :

Usia 3-4 Tahun

Melakukan kegiatan Keterampilan Hidup Montessori di Rumah (Menuang, transfer, mencapit, dll)


Menggambar garis, tanda silang, atau lingkaran.
Menggunting bentuk sesuai instruksi secara rapi.
Mengambil dan menyusun potongan puzzle sederhana.
Membangun menara atau balok-balokan.

Usia 4-5 Tahun
Belajar menulis dengan hands on seperti tracing , menggunakan sandpaper letter
Meniru gambar-gambar sederhana atau menjiplak bentuk (Metal inset inspired)
Menempel gambar dengan benar
Meronce manik-manik sederhana

Usia 5-6 Tahun
Belajar menjahit sederhana dengan menggunakan tali rafia, benang wol, dan lain-lain.
Memasukkan benang ke jarum berukuran cukup besar.
Memasukkan kertas-kertas ke dalam amplop.

Stimulasi untuk merangsang perkembangan kemampuan bahasa:

Usia 3-4 Tahun
Mengenalkan kata-kata yang tepat untuk hal tertentu seperti ‘kucing’ bukan ‘meong’, ‘anjing’ bukan ‘guguk’, ‘susu’ bukan ‘cucu’, dan lain-lain.
Berbicara dengan kalimat panjang namun sederhana maknanya.
Minta anak menceritakan harinya di sekolah.
Membacakan anak buku cerita pendek.


Usia 4-5 Tahun
Berikan pertanyaan sederhana dan biarkan anak menjawabnya.
Melatih si kecil untuk melafalkan huruf/abjad dengan benar.
Melatih anak meniru ucapan saat Anda membacakan buku untuknya.


Usia 5-6 Tahun
Membacakan buku cerita lalu minta anak menceritakan kembali isi buku dengan bahasanya sendiri.
Untuk anak yang sudah bisa membaca buku, ajak ia membaca buku minimal 20 menit sehari.
Dapat membaca bukan hanya dapat semata-mata membaca namun anak perlu mengerti isi cerita dan alurnya ya!

review buku dr seuss bacaan anak usia dini pendidikan karakter

Stimulasi untuk merangsang perkembangan sosial emosional:

Usia 3-4 Tahun
Ajak si kecil bermain dengan teman-temannya baik yang berjenis kelamin sama atau berbeda secara bersama-sama.
Sesekali tak apa juga bila ia memiliki waktu khusus bermain boneka dengan sesama perempuan atau bermain mobil-mobilan atau bola dengan si little boy.
Ajarkan anak untuk taking turns dengan teman-temannya (main bergiliran)


Usia 4-5 Tahun
Ajar si kecil untuk bisa memperkenalkan diri saat bertemu teman baru.
Kenalkan anak pada konsep ‘ya’ dan ‘tidak’ dan ajar ia untuk membuat pilihan atas sesuatu.
Belajar bertanggungjawab atas keputusan atau pilihan yang dibuat.


Usia 5-6 Tahun
Anak sudah bisa memilih sahabat atau teman akrabnya. Biarkan ia menghabiskan banyak waktu (playdate) dengan ‘gank’nya.
Mulai biasakan anak untuk memahami peraturan dalam bersosialisasi. Misalnya meminta maaf saat salah, menolong teman yang kesulitan, bertolerasi, mengucapkan terima kasih, dan sebagainya.
Ajarkan anak untuk memahami emosi atau perasaannya.

Semoga dengan sharing dan guidelines ini bisa menjadi ide ya Moms!

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *