Belajar yang mengasyikkan…

Saat anak pertama saya masuk TK, saya sibuk layaknya ibu2 mencari sekolahan yang sesuai dengan keinginan dan sesuai budget. Setelah keliling di sekitar komplek rumah, koq gak ada yang sreg dengan TK yang ada, karena nyaris Tk yang berada di sekitar rumah ini penekanan nya pada calistung. Sedangkan goal saya dan suami tidak mengarah ke sana. Kami lebih menekankan kepada sosialisasi, adab terhadap orang tua, teman, dll, kemandirian dan agama. Setelah hunting sana sini, dapatlah Tk yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dan setelah bertemu kepsek dan beberapa gurunya, saya dan suami berpikir ini mirip seperti keinginan kami. Masuklah si anak ke TK ini. Lama kelamaan saya pantau koq makin jauh ya pembelajaran di TK ini dengan tujuan awal kami, ditambah si anak ini mulai berulah, ya pulang sekolah jadi malas belajar, benci melihat buku bacaan dan sejuta alasannya. Hingga pada puncaknya, si abang (sebutannya di rumah) BAB di celana pada saat di kelas beberapa kali, dan dia juga melempar-lempar alat-alat sekolahnya. Dan sudah dapat saya tebak, besok dia bakal mogok sekolah. Dan ternyata benar ! Beberapa x saya turutkan kemauannya untuk tidak sekolah, tapi saya juga kesulitan mengajak dia untuk belajar, maunya main terus. saya bujuk dengan sejuta rayuan dan iming2 ternyata tidak berhasil. Sepertinya ia muak dengan segala yang berhubungan dengan sekolah. Saya mencoba untuk berdiskusi dengan guru kelasnya pun juga tidak mendapat apresiasi dan feedback yang baik dari sekolahnya. Tepat 1 semester, saya keluar dari sekolah itu. Saya pikir untuk apa saya paksakan jika anak tidak happy berada di sekolah.

Setelah berada di rumah untuk beberapa hari, saya mencoba untuk cooling down situasi dan sedikit2 mencoba untuk mulai belajar lagi. Saya belikan tas baru, dan alat tulis baru untuk menyemangati dia belajar kembali. Tapi sia2, abang tetap kekeuh tidak mau berhubungan dengan kegiatan yang pernah ada di sekolah. Hari sabtu minggu saya dan ayahnya sengaja jalan ke toko buku, selain saya ingin mencari bacaan baru (saya maniak membaca buku :)), saya juga mencari ide bagaimana agar si abang ini mau belajar kembali. Saya ajak dia ke area buku anak2 dan kebetulan langsung masuk area buku tentang hewan. Abang pun tertarik dengan beberapa buku, diantaranya tentang dinosaurus. Kami pun membelikan buku2 yang abang minta. Ternyata minat abang akan hewan, lingkungan hidup, dan alam sangatlah besar, dibanding dengan yang lainnya.

Kebetulan juga sebenarnya saya sudah lama menjadi member IMC tapi tidak begitu aktif. Saya browsing mencari materi2 yang sesuai buat Abang, dan saya kembali mengaktifkan akun IMC ini. Ternyata banyak sekali materi2 yang saya yakin abang akan senang. Awalnya saya tidak memulai dengan pembelajaran calistung, saya memulai dengan pengelompokan hewan vertebrata, invertebrata, serangga dan arachnaid. Dengan berbekal mainan toob animal abang maka pembelajaran pun dimulai. Saya minta dia untuk mengambil dan membaca bersama buku2 yang kemarin di beli dan mulai dengan menghitung kaki yang dimiliki oleh setiap hewan, dilanjut dengan meraba punggungnya apakah ada tulang belakang atau tidak dan lanjut mengelompokkan. Hari pertama saya sukses belajar kurleb 1 jam dengan abang. Hari ke dua saya lanjut belajar, masih berhubungan dengan mainan toob animals, menghitung toob animals sampai 20, dilanjut dengan menggunting gambar hewan untuk di lem di buku gambar. Semuanya materi saya ambil dari IMC free printables #IMCPrintable , saya print dan kami kerjakan bersama. Abang pun lebih happy dengan pola belajar seperti ini. Karena dia suka sekali dengan hewan, sampai ia sudah memutuskan besar nanti dia pengen jadi dokter hewan. Saya merasa pola IMC ini bisa menjadi acuan untuk PAUD dan TK yang ada. Karena sistem belajar sambil bermain ya seperti ini. Sampai sekarang, saya sudah tidak kesulitan lagi untuk mengajak abang belajar. Saat ini abang saya masukkan ke Bimbingan baca tulis yang durasi belajarnya hanya 2 jam sehari dan seminggu hanya 3x. Dilanjut belajar di rumah dengan saya menggunakan file2 dari IMC. Bagi saya ini benar2 sangat membantu …. Terimakasih sekali untuk IMC.

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).