Yuk Ajak Si Kecil Masak!

tips masak bersama anak

Yuk Ajak Si Kecil Masak!

Tips dan Kegunaan Memasak Bersama si Kecil di Rumah

 

Masak dengan si kecil di rumah memang membutuhkan bersih-bersih yang lebih setelah itu , memakan waktu lebih lama dan juga kesabaran ekstra. Tetapi tahukan IMC-ers kalau banyak sekali kegunaan yang dapat didapatkan dengan mengajak si kecil terlibat dalam kegiatan masak memasak ? (Warning :Pengawasan penuh untuk anak usia dini!)

Kegiatan di dapur ini merupakan salah satu bagian dari kurikulum Montessori yaitu bagian dari keterampilan kehidupan (practical life skills). Dengan membantu di dapur , tidak harus di depan kompor, tetapi membantu menuang, mengaduk, menghitung berat tepung yang dibutuhkan, berapa sendok makan gula yang diperlukan dll sebenarnya si kecil mendapat pengalaman berharga yang di kemudian hari membantu si kecil dalam pemahaman konsep matematika dan sains loh!

tips memasak bersama anak

Semenjak C berusia 1.5 tahun kurang lebih , C udah suka membantu di dapur. Tahun lalu momC dan dadC belikan “Kitchen Helper” / “Learning Tower” untuk membantu C dengan aman dapat memanjat dan naik ke atasnya untuk beraktifitas di countertop dapur. Kami ngga nyesel invest beli ini meskipun agak pricey , tetapi C jadi dapat eksplorasi secara aman di dapur. Bahkan kalau momC lagi masak dll, C bisa main sensori dan juga gambar-gambar di countertop dengan aman saat berdiri di aras “Kitchen Helper” ini.

photo 1 (23)

Kali ini kami membuat corn bread chocolate banana muffin , gula selalu momC ganti dengan madu, kadang-kadang momC ganti olive oil dengan coconut oil juga dan momC tambahkan flaxseed. Dulu kami lebih sering masak bersama kira-kira setiap 2-3 hari sekali kami buat-buat muffin, cookies, dll. Jadi bisa dibilang pada saat ini C udah cukup handal membantu MomC , dia pun belajar step by step kegiatan dari kegiatan masak memasak dan juga baking bersama momC. Biasanya sebelum mulai aja C udah bilang “We need egg, probably we need butter of oil? , this time we don’t need baking powder, etc ..” Salah satu hal yang baik yang bisa di dapat dari pengalaman hands on ini, si kecil jadi mengerti proses, mulai dari mengukur bahan baku yang diperlukan, mengaduk, menuang ke cetakan, dll. MomC lihat hal ini membantu kemampuan berpikir secara strategis dan juga kemampuan berbahasa C berkembang pesat. Plus, langsung hands on merasakan berbagai sensori saat mengaduk dll juga cara yang seru dan baik untuk mengenalkan anak ke berbagai tekstur.

tips masak bersama anak

Idealnya, serba serbi peralatan yang si kecil gunakan di dapur adalah perkakas asli (bukan mainan) , dengan ukuran yang lebih kecil. Jadi ingat kejadian lucu saat usia C beranjak 2 tahun, saking seringnya kita “bake cake” barengan, ia mulai menanykan apa bedanya “baking soda” dan “baking powder” . Kaget se kaget-kagetnya, karena ternyata anak usia sangat dini bisa jadi berpikir kritis loh ! momC hanya jelaskan kalau baking powder itu untuk reaksi yang cepat, baking soda lebih lama…kira-kira begitu. Nah mulai saat itu, setiap di resep ada “baking powder” saja atau “baking soda” saja, C ga pernah salah atau kebalik kalau momC bacakan resepnya. “C, we need¬†2 tsp. of baking powder”. Terus C akan ambill sendok ukuran teaspoon (sendok teh) dan ambil “baking powder” nya “One , and then another one, and then we mix it!”. Betul-betul terasa kegiatan ini membuat C jadi lebih berkembang kosa katanya dan cara berpikir tentang sebab akibat serta sudah pasti mengasah kemampuan motorik halus, motorik kasar,dan juga koordinasi mata dan tangan saat mengaduk, menuang dll.

photo 2 (23)

Nah, salah satu proses yang sangat baik dan Montessori banget termasuk menuang adonan kue ke cetakan, tidak mudah loh untuk anak usia dini menuang satu per satu menggunakan ladle ke cetakan. C suka sekali proses menuang dll ini dan selalu ga pernah nolak…..selalu kalau lihat MomC mau masak , langsung bawa kitchen helper dorong ke dekat momC dan bilang “I want to help Mommy!” terus somehow dia bilang ke dirinya sendiri (mungkin niru momC suka bilang ke C) “You are helpful!” hahahaha….

Beberapa kegunaan melibatkan si kecil menyiapkan makanan bersama :

  • Membuat di kecil mau mencoba berbagai jenis makanan baru saat ia masak
  • Membuat si kecil lebih percaya diri karena dapat berkontribusi terhadap keluarganya sejak usia dini (it matters!)
  • Kebanyakan ia akan makan , makanan yang ia bantu siapkan.
  • “Quality Time” dengan anak yang tidak melibatkan “Screen Time”
  • Mengurangi “Screen Time”
  • Membuat si kecil dapat memasak dan IMC-ers, hal ini skill dasar yang penting baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.
  • Riset membuktikan bahwa anak yang dilibatkan dalam kegiatan preparasi makanan di dapur berkorelasi dengan nilai yang lebih baik dan juga lebih jarang yang menggunakan obat-obat terlarang (diakibatkan oleh bonding yang terjadi dan komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak.

Bagi Doktor Montessori, kegiatan keterampilan kehidupan seperti memasak dan persiapan memasak ditujukan untuk semua anak usia dini 3-6 tahun dan bukan hanya untuk anak perempuan. Doktor Montessori mengatakan bahwa kemampuan kehidupan yang satu ini nantinya diperlukan bagi semua orang baik laki-laki maupun perempuan di kemudian hari. Tentunya bagi anak yang ingin membantu di dapur kita perlu sesuaikan task nya dengan usianya . C belum momC berikan akses ke kompor tentunya, untuk anak yang lebih kecil bisa membantu mencuci sayur, menyiangi sayuran dll. Banyak IMC-ers yang mungkin berpikir, apa ia sih bisa? bisa! coba aja deh, selama ini dari C usia 1 tahunan itu ngga pernah terjadi C malah katakana melempar-lempar makanan di dapur dll. Karena dengan dilibatkan, si anak malah mengerti purpose / tujuan bahwa benda ini untuk dibuat itu, dll. Yuk libatkan si kecil!

 

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author “Montessori di Rumah” & “Real Mom Real Journey” , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

1 Comment

  • bener banget mom c… mungkin karena sering dilibatkan masak bareng , yo jadi tau apa saja yang perlu disiapkan kalau dia pengen bikin makanan yang dia mau dan mencampur dan mengaduk bahan-bahannya tersebut sendiri sesuai takaran yang dia hafal..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *