Tips Play Date Untuk Balita

tips play date

Playful Play Date for Toddlers 

Tips Play Date Untuk Balita

 

Dear IMC-ers, setelah tertumpuk lama daftar ide dan kegiatan yang mau momC tulis, akhirnya pagi-pagi subuh ini mumpung C masih terlelap MomC tekadkan untuk mulai menulis dari daftar tersebut 🙂

Yuk kali ini kita bahas mengenai Play Date khususnya Play Date untuk anak balita … gimana sih enaknya? biasanya sopan santunnya bagaimana? idenya apa? bagaimana mengajarkan anak untuk menghormati rumah temannya? bagaimana menjadi host / tuan rumah yang baik dsb? yukk disimak ya 🙂

” The best way to help your child learn social skills is to model them yourself. Seeing you do the right things really adds to your little one’s understanding of how to behave.”

Take Turns & Sharing  (Bergantian dan Berbagi)

IMC-ers, ini pasti menjadi “challenge” bagi kita semua ya khususnya untuk anak berusia di bawah 5 tahun yang masih belum mengerti konsep giliran dan berbagi. But whooosaahhhh….hal ini betul-betul normal dan wajar sewajar-wajarnya..jadi ngga perlu kawatir kalau si kecil terlihat belum mengerti konsep gantian dan berbagi…yang penting kita ingatkan dan beri contoh terus. Untuk anak berusia 2-3 tahun, apapun yang ada di sekelilingnya ia anggap miliknya…the world revolves around them…di mata mereka berbagi yang adil sama dengan mendapatkan apapun yang mereka inginkan like RIGHT NOW! Nah pada usia 4-5 tahun, si kecil semakin berkembang kemampuan sosial nya dan mulai mengerti konsep berbagi, meskipun tidak jarang si kecil tetap ingin bagian yang lebih besar dari temannya 🙂

IMC-ers, konsep “SHARING” itu abstrak di mata anak, jadi momC lebih memilih kata “Take Turns” atau bergantian ya! Karena lebih mudah untuk anak usia dini untuk mengerti konsep konkrit dari “bergantian” di bandingkan dengan konsep “sharing” yang abstrak. Selain itu sebagai orang tua kita juga bisa menceritakan bahwa bergantian dan memberikan kesempatan untuk teman lain bermain adalah hal yang baik karena dengan demikian teman-teman senang bermain bersama si kecil dan juga dapat partisipasi dan pastinya lebih seru.

IMC Tips : kalau ada benda atau mainan kesayangan si kecil yang biasa ia mainkan dan mungkin si kecil tidak ingin mainan tersebut dimainkan teman lain, please be considerate enough to put it away that special toys. Tolong sebagai orang tua kita sisihkan mainan special yang berarti untuk si kecil ke tempat lain. Karena kita menghormati keiinginan si kecil untuk menyimpan mainan miliknya yang sangat berarti bagi si kecil untuk tidak dimainkan bersama-sama. Hal ini lebih baik ketimbang saat teman-temanya datang dan tentu ingin main dengan semua mainan yang disediakan dan si kecil akan menjadi kesal dan bersikeras ngga mau pinjamkan mainan spesialnya tersebut. Selain mainan spesial si kecil, kita jelaskan bahwa teman-teman akan datang, boleh ya teman-teman main bersama dan pinjam mainan lainnya…

photo 3-157

Meet and Greet (Sopan Santun)

Dengan bertemu dengan teman-temanya si kecil perlahan juga akan belajar sopan santun , cara menyapa dll. Pada usia 3 tahun biasanya anak akan mengerti “Hello” dan “dadah” untuk menyapa dan juga melambaikan tangan untuk pisah (say goodbye). Pada usia 4 tahun, biasanya anak akan lebih mengerti konsep “shake hands” (salaman) dan mulai memberikan kontak mata saat berkenalan. Usia 5 tahun, si kecil bahkan dapat mengenalkan satu dengan lainnya, mengenalkan diri dan temannya beserta nama jelas dan dapat dengan terbiasa mengatakan “Thank You” setelah selesai bermain. Kita dapat menjelaskan bahwa menyapa dan mengenalkan orang lain membuat orang lain merasa senang dan lebih “comfortable” untuk bermain bersama. Pada saat kita berbicara dengan teman , kita menatap matanya karena hal tersebut menunjukan percaya diri kita. Hal yang satu ini DadC terus menerus terangkan ke C hhahaha…C mostly membuat kontak mata kalau dia lagi mood ,tetapi kadang ia bicara tetap sambil main atau melakukan kegiatan lain….DadC langsung ” When you talk to someone, please look into the eyes C.” hahaha DadC, please be reminded C is 2.5 years, MomC is very very sure by the time C is 4 he wil be making eye contact everywhere 😉

Nah tetapi patut diingat di artikel MomC sebelumnya , bahwa apabila si kecil belum comfortable bersalaman, apalagi berpelukan dll, kita sebagai orang tua TIDAK perlu memaksa. Cek artikel sebelumnya di sini “Some Parts are Not for Sharing”.

IMC Tips : momC share di sini mengenai “personal space” , sebagai orang tua bisa kita jelaskan bahwa penting untuk menghormati “Personal space” orang lain. Kita bisa memberkan contoh konkrit dengan memberi contoh bahwa tidak semua orang suka / comfortable disentuh dan kita perlu menghormati pilihan orang tersebut. Selain itu apabila kita bertamu ke rumah orang lain hendaknya kita tidak main masuk ke ruangan-ruangan atau menyentuh barang-barang sebelum meminta ijin.

Tabble Manners (Sopan Santun di Meja Makan)

Nah yang ini memang masih sulit diterapkan untuk seusia C, tetapi biasa kalau C di undang lunch play date ke rumah teman untungnya C mau ikutin direksi yang host nya (Mom nya temen C) katakan. We still need to work on this 🙂 Ekspektasi anak usia 3-5 tahun adalah mencuci tangannya sendiri sebelum makan, membantu menyiapkan dan merapihkan meja. Stay seated while eating alias duduk selama semua makan dan untungnya yang ini C masih ok…beberapa kali kami diundang lunch play date, C setidaknya duduk cukup lama sambil menikmati jamuan makanan-makanan yummy itu sambil lihat ke teman-temannya yang juga seru makan haha. Belajar menggunakan napkin , mengatakan “Please” , “Thank You” , “May I be excused?” (“Tolong” , “Terima Kasih” , “Permisi”). Untuk anak berusia 2-3 tahun biasanya mereka sudah mahir makan sendiri menggunakan sendok, dan pada anak berusia 4-5 tahun si kecil mulai dapat menggunakan sendok dan garpu.

tips play date untuk anak usia dini tk balita

Be a Good Host and Guest (Menjadi Tuan Rumah dan Tamu Yang Baik)

Perlu diingatkan ke si kecil bahwa setiap rumah memiliki peraturan yang berbeda-beda begitupula setiap orang tua memiliki aturan yang berbeda. Memang masih sulit dijelaskan untuk anak usia dini untuk mengerti konsep ini. Nah untuk menghindari salah paham dibutuhkan keterbukaan dan diskusi antara orang tua untuk menyepakati aturan dan juga guideline yang disetujui bersama. Diskusikan dengan para peserta play date lain kira-kira peraturan apa saja yang sama-sama disetujui misalkan di dalam rumah tidak boleh lari-lari, lompat-lompat. Selain itu perlu juga dibagi tugas saat merapihkan reruntuhan hasil play date….terutama untuk orang tua yang tidak memiliki ART, ngga mau donk yah pulang-pulang rumahnya jadi kacau balau…hehehe libatkan anak untuk membantu merapihkan mainan-mainan yang sudah ia mainkan di rumah temannya, dengan demikian si kecil mengerti artinya tanggung jawab.

IMC Tips : apabila diundang Play Date ke rumah teman lain, make sure bawa sesuatu…meskipun biasanya yang mengundang ngga ngarepin apa-apa tapi ga tau ya, MomC kebiasaan aja kayanya ga bisa tangan kosong dateng gitu, kita bisa tawarkan membawa dessert (makanan penutup) , atau makanan ringan dll. Apabila sudah terbiasa play date dengan teman tertentu biasanya juga bisa di bagi tugas siapa bawa apa dll seperti potluck.

tips play date

Ide Main dan Kegiatan

Kalau MomC dan Mommies di sini lagi repot, Play date yang paling ideal bagi kami yaitu ketemuan di taman , atau ketemuan di tempat main umum dimana kita ga usah repot siapin permainan dan kegiatan dll. Nah bagi yang ingin menyiapkan kegiatan untuk si kecil bisa disesuaikan kegiatannya dengan usia si kecil dan teman-temannya. Sensory Bin besar untuk dimainkan bersama ngga pernah gagal membuat anak seru sendiri…banyak contoh permainan sensori yang dapat IMC-ers cek di sini. Ide yang baik juga untuk menyiapkan kegiatan atau mainan yang kooperatif dan bukan kompetitif saja. Banyak kok permainan yang kooperatif yang menekankan kerjasama dan bukan “siapa yang balik baik”. Salah satunya main sama-sama di kegiatan sensori, di situ semua anak boleh eksplorasi bebas dan ngga saingan untuk menjadi “jelly belly” terbaik dan sebagainya 🙂

Makanan & Minuman

Nah yang satu ini kudu dibahas juga, make sure Mommies tahu adakah anak / orang tua yang alergi terhadap makanan tertentu? peanut? sesame seed? milk? gluten? eggs? selain itu adakah teman dan orang tua yang pantang terhadap jenis makanan tertentu? atau bahkan ada yang vegetarian? hal ini perlu kita take notes khususnya sebagai host. Hargai perbedaan, ajari si kecil sejak dini bahwa teman-teman datang dari berbagai background.

Nah demikian beberapa tips Play Date dari MomC , semoga bermanfaat 🙂

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *