5 Tips Bagi Waktu Untuk IBU

 

 

Seorang IBU tetaplah seorang IBU regardless pilihan mereka untuk pursue career di luar rumah, kerja dari rumah, kerja full-time, kerja part-time ataupun SAHM. Menurut saya peran seorang IBU itu tidak dapat tergantikan dan regardless whatever decisions we made…life goes on! so I think it is better not to divide MOMS : SAHM vs Working Mom , Full-time Moms vs Part-time Moms , lagian memang ada yah?

hehehee karena dimanapun seoarang ibu berada, mereka pasti kepikiran anaknya…dan saya percaya bahwa whatever decisions itu memang yang terbaik untuk setiap kondisi dan dinamika keluarga. So, solusinya yang memang kita perlu make it work…setiap roles yang dipilih pasti ada saja kendala, plus minus nya dll. Right? so memulai tahun 2020 ini hehehe baiknya kita semua positive vibes…at the end tujuannya kan sama? survive!

 

  1. Utamakan kualitas daripada kuantitas
    Regardless whatever choices you made, I believe quality is better than quantity… sering kan mom mendengar kalau anak-anak itu lebih membutuhkan kehadiran kita daripada hadiah dari kita? nah intinya ketika kita spend time bersama si kecil ya udah kita fokus dengan dia. HP dimatikan (tidak perlu dijawab semua msg, apalagi update sosial media, dll) , perhatian kita tertuju pada si kecil. That’s it! ini sebetulnya juga suatu reminder untuk saya yang bekerja dari rumah (dan dari mana saja) terkadang karena banyaknya waktu yang saya habiskan di rumah bersama anak wkwkwkwkw terkadang kita juga jadi sibuk sendiri…ok katakan saya di situ dari pagi…tapi pikiran saya ke meal-prep siomay, jadwal les anak, suami msg, naskah buku, artikel IMC, dll…jrengg!!! hehehee nah , kalau sudah begini meskipun saya ya secara fisik di situ-situ aja, anak-anak merasa ada yang kurang. Saya perhatikan ketika saya memberikan undivided attention baik 30 menit aja ya masing-masing anak, secara drastis koneksi terbangun dan mereka menjadi lebih ceria.
  2. Libatkan si kecil dalam ‘pekerjaan’ rumah tangga
    Apapun kebiasaan yang sering anda lakukan begitu tiba di rumah seperti menyiaapkan makan malam untuk keluarga, selalu libatkan si kecil di dalamnya.
    Misalnya membantu menyusun piring dan gelas di meja makan atau jika ia sudah mampu menggunakan pisau, tak mengapa juga biarkan ia mengupaskan buah untuk keluarga. Dengan demikian selain membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, anda berdua juga memiliki bonding time yang penuh kesan dan bermanfaat.
  3. Buat jadwal khusus mingguan hanya berdua anak
    Pernahkah anda meluangkan waktu untuk ‘berkencan’ dengan si jagoan atau ‘girls night out’ bersama si gadis cilik? Jika belum, mulai sekarang yuk jadwalkan agenda ini dalam rencana mingguan anda dan anak. Tak perlu lama-lama kok,cukup 2-3 jam dalam satu minggu, pilihlah satu hari untuk berduaan dengan anak baik di luar rumah. Misalnya pergi ke bioskop atau toko buku dengan si anak laki-laki. Dan creambath di salon favorit atau window shopping dengan si
    little girl. Sounds good, right?
  4. Mengetahui ‘batas’ kemampuan
    Tak ada satu anak pun yang suka ‘dibohongi’. Jadi jika memang anda merasa tak mampu memenuhi ‘kewajiban’ seperti sesekali menjemput anak di sekolah atau di tempat les di sela-sela jam bekerja, sebaiknya jangan berjanji pada anak karena ia pasti akan sangat kecewa.
  5. Berikan kejutan untuk anak
    Kebanyakan anak suka mendapat kejutan atau surprise dari kita orangtuanya. Ahemm, saya sendiri juga sih hehehehe…
    Nah, sesekali misalnya enam bulan sekali ambilah cuti dan jangan beritahu si kecil bahwa hari itu anda libur bekerja. Berpura-puralah bekerja seperti biasa namun begitu ia berangkat ke sekolah, datanglah ke sekolah dan tunggui ia di sekolah. Sepulang sekolah, jemputlah ia di gerbang sekolah dan berikan hadiah khusus seperti mainan atau buku cerita kesukaannya ataupun ajaklah si kecil ke tempat favoritnya. Si kecil tentu akan terkaget-kaget namun sudah pasti akan langsung memeluk anda sambil tersenyum penuh sukacita.
Tags from the story
,
Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *