Hari Pendidikan Nasional Indonesia – Apa Artinya Untuk Pelajar?

Meskipun Hardiknas sudah minggu lalu, namun kata-kata dari Pak Anies ini sungguh berharga dan mengingatkan saya saat saya merantau beberapa tahun lalu…basically dari Jakarta, Indonesia saya pergi kuliah ke Amerika…ke Purdue University di West Lafayette – Indiana. Bayangan pertama “YIPPIEEEE AMERIKAAA” bayangannya seperti macam Hollywood gitu lah ya…ehhh setelah naik pesawat terbang dan ganti pesawat kurang lebih 4-5 flight YES! dari Jakarta ke Singapore, Singapore ke Taiwan, Taiwan ke Chicago, Chicago ke Indiana…lalu naik mobil dari Indiana ke kota kecil (well desa kecil?) bernama West Lafayette!

Kocaknya, saat saya pertama berangkat ditemani kedua orang tua saya….komentar dan ekspresi mereka tuh Priceless~!!!! begitu mendarat dengan pesawat kecil di Indiana (udah cape banget kucell..lemass..menoleh ke jendela…Landed!) komentar sederhana my mom “Akhirnya sampai juga….” setelah itu di sana kami naik mobil sekitar 1 jam an dari airport ke kota terpencil bernama West Lafayette. Correct WEST LAFAYETTE , Not Galeries Lafayette. Di perjalanan Mommy saya komentar lagi dengan polosnya “Di kanan kiri…rumput semua ya…..” so IMC Mommies, please bayangkan saya ini lahir di tengah persis kota Jakarta…yang kalau keluar rumah sudah penuh ojek, macet, dll…jadi begitu ada jalanan kosong hijau di kanan kiri..rupanya my parents cukup amazed! komentar lagi sambil jetlag “Vin, siapa yang kasih ide masuk ke sekolahan ini?” hahahahaa kocak betul-betul rupayanya my Mom itu cukup amazed kalau pilihan sekolah saya jatuh pada kota terpencil kalau naik pesawat totalnya lebih dari 30 jam ini!

Di situ saya belajar mandiri, menyerok salju sendiri…kalau winter sampai -15 derajat Celcius…..nyasar-nyasar ke sana kemarii…but trust me I learnt a lot! Nah speech Pak Anies di Hardiknas ini mengingatkan saya pada masa-masa itu , mixed feelings 🙂

 

image

 

 

Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan.
======================

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *