Top 7 Manfaat Pengenalan Bangun Geometri

The 7 Benefits of Play With Geometric Solid - Spielgaben

 Geometric Solid atau yang kita kenal sebagai bangunan geometri , bangun ruang dll yang kita kenal saat kita beranjak SMP dulu kala. Banyak dari kita yang mungkin suka subjek ini, tapi ada sebagian yang mungkin histeris dan ngabur begitu dengar nama tersebut. Nah apa sih sebetulnya kegunaan dari manipulasi berbagai bangunan 3 dimensi pada anak usia dini? Apa pula kegunaannya dan mengapa di kurikulum Montessori usia 3-6 tahun dimasukan pula kegiatan mengenal berbagai geometric solid?

The 7 Benefits of Play With Geometric Solid - Spielgaben
The 7 Benefits of Play With Geometric Solid – Spielgaben

Nah pada kesempatan ini IMC bersama dengan Spielgaben.com sebagai sponsor dari IMC akan eksplorasi dan bermain-main “learn through senses” seru-seru an dengan berbagai geometric solid. Surprisingly, anak-anak usia dini kebanyakan suka banget sama kegiatan ini karena mungkin sangat menarik dapat menyentuh langsung dan memanipulasi bangunan-bangunan ini ya! Berbeda dengan jaman dahulu saat kita mungkin ngga familiar dengan bangunan geometri lantas langsung diharapkan dapat menghitung volume dll. Diharapkan dengan pengenalan secara umum si kecil tumbuh rasa cintanya yaaa lagipula berbagai bentuk ini ditemukan di kehidupan sehari-hari loh, kalau IMC-ers teliti dimanapun kita ada pasti ada bentuk-bentuk ini!

Nah cek 7 kegunaan bermain dengan bangun geometri ya!

  1. Pemahaman Spasial
  2. Nantinya lebih mudah untuk memahami konsep volume, sudut, ukuran, garis.
  3. Kemampuan Visual (Memiliki kemampuan imajinasi visual)
  4. Dimana-mana berhubungan dan ditemukan bangunan geometri.
  5. Kreatifitas membangun sesuatu (think of genius architect)
  6. Cara berpikir secara 3 dimensional
  7. Kemampuan berpikir secara logis

Kegiatan pertama kami menggunakan learning resource dari Spielgaben.com , C diminta mengobservasi dari tampak atas dan mencocokkan bentuk-bentuk yang sama apabila dilihat dari atas. Tahu reaksi C saat momC katakan tersebut? Nyengir lebarrr dan langsung ambil dan cocok-cocokin. Jadi ga ada tuh ya bayangan “Syeriusss” mikir keras untuk kegiatan ini. Berkali-kali kita dengar  mengenai Absorbent Mind dimana anak usia 6 tahun ke bawah adalah bagaikan spons yang menyerap segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Mungkin sebagian dari anda membatasi materi yang anda kenalkan pada anak, sebenarnya yang anda lakukan adalah membatas-batasi kapasitas anak anda, guidelinenya adalah Follow The Child, kalau anak anda tidak tertarik ya jangan pernah dipaksa itu yang menimbulkan kejenuhan. Sebaliknya apabila anak anda tertarik , kalau kita membatasi  artinya kita tidak membiarkan si kecil berkembang maksimal.

photo 4 (29)

Yuk kita tengok riset terkini dari para ilmuwan ternama dari berbagai ivy league (universitas ternama di Amerika).

“Children need a flood of information, a banquet, a feast.” -Martha Pierson, Baylor College of Medicine

photo 1 (38)

“Deprivation — the opposite of enrichment — can also permanently affect the organization of the brain. For instance, the language centers of the cortex are not able to reach full maturity without proper stimulation.” says psychiatrist Arnold Scheibel, director of UCLA’s Brain Research Institute.

photo 3 (33)

“The thing that determines which connections are saved is education in the broadest sense of the term,” says UCLA’s Michael Phelps, a biophysicist and co-inventor of the PET scan. “If we teach our children early enough, it will affect the organization or ‘wiring,’ of their brains.” Unfortunately, UP.S. education does not take full advantage of this opportunity, Phelps said. For example, foreign-language instruction is often deferred until high school, despite the fact that youngsters can learn to speak like natives — that is, to think in the language without having to translate — whereas teenagers or adults usually cannot. When small children learn a new language he said, “the ability to use that language is wired in the brain.” Musical training is another familiar example. “By encouraging young children to learn music and practice, you’re really doing them a big favor.” Chugani said. “Once a child has learned an instrument, he or she can stop playing, then pick up the instrument 20 years later and do much better than an adult just starting out.”

photo 3 (34)

Menurut saya pribadi yang terpenting cara anda membawakan materinya dan seberapa dalam anda kenalkan. Materi kurikulum itu hendaknya sama dan progresif. Contohnya saat anak anda berusia 3-5 tahun cukup dikenalkan secara light nama-nama geometric solid, lalu mulai beranjak ke usia 5-6 tahun katakan anda bisa kenalkan lebih jauh tentang bagian-bagian dari bangun ruang tersebut. Riset terkini juga menyetujui bahwa materi yang diberikan over the years lebih meresap dibandingkan dadakan diberikan sekali saja. What I love about Montessori adalah materinya yang progresif, menurut saya sangat ideal khususnya untuk anak usia dini karena memang tidak semua anak perlu disamaratakan kemampuan dan ketertarikannya especially pada fase usia dini.

In place of the usual “drill and practice” programs, he advocates complex problems without simple solutions that engage numerous systems in the brain and strengthen the connections among them. Because children may grapple with these problems for an extended period of time, the experience also should make a much more lasting impression. Chugani concurs. Since repeated stimulation stabilizes the connections between neurons, he said, “It’s better to expose a kid to a lot of things over a period of years, rather than trying to cover subjects one at a time in brief, intensive workshops.”

Nah seru-seruan kami dengan bangun ruang unit 2 dari Spielgaben.com pun terus berlanjut, terutama C akhir-akhir ini lagi suka main pasir kinetik dari Swedia , sekalian juga membuat bayangan menggunakan pasir kinetik tersebut.

photo 4 (28)

Nah yang ini salah satu learning resource yang C pilih sendiri, kalau bangunan silinder dibagi 2 secara vertikal dan horizontal kira-kira jadi bentuk apa yang tampak ya? Awalnya C jawab “Circcclleee”. Jujur aja saya sendiri pun terdiam beberapa saat untuk berpikir dan membayangkan. Akhirnya saya ajak C untuk mencetak menggunakan pasir dan membiarkan dirinya membelah silinder tersebut pertama-tama secara vertikal, lalu secara horisontal. Dan dari pengalaman “learn through senses” itulah iya menemukan “Ahhaaa Moment” Mommy it is rectangle, and this one becoming Circle!”

kinetic sand

Super easy super fast, 10 minutes flies C was so happy with his new “discovery” and re do it again and again…selanjutnya tentunya ia lanjutkan dengan bikini macam-macam bentuk dari pasir kinetic ini. Memang kami suka sekali karena teksturnya ga lengket dan ga berantakan. Endless possibilities kalau anda kreatif banyak yang bisa dilakukan menggunakan pasir ini loh !

photo 5 (23)

Yang ini kegiatan kesukaan C, putar-putar Geo Solids, lalu menebak-nebak bentuknya jadi seperti apa. Senang lihatin C main dan manipulasi serta eksplorasi secara langsung bukan hanya di kertas atau di layar. Karena ga kebayang gimana ya jelasin konsep bentuk tanpa membiarkan anak merasakan semua sisi-sisinya ? kita aja yang orang dewasa perlu berpikir beberapa kali!

photo 2 (39)

Selain itu seperti janji saya, akan saya ceritakan pengalaman organisasi learning resources kami. Jadi dari 6 bagian yang terpisah, akhirnya saya gabungkan menjadi 3 folder sangat tebal berukuran folio / A4. Saya juga siapkan screen protector yang berukuran A4 dan saya membutuhkan sekitar 350-400 lembar screen protectors. Rencana saya tadinya ingin laminais satu-satu kartu-kartu inspirasi dan juga planar figure tetapi belum selesai, sementara ini cukup puas dengan memasukan ke folder ini. Jadi saat kami ingin bermain, C pilih bisa dilepas.

photo 2 (37)

Senang sekali karena begitu selesai memang jauh lebih mudah loh kegiatan kami. Betul sekali dengan konsep The Prepared Environment Montessori. Keadaan, situasi dan peralatan yang mendukung memang membuat perbedaan signifikan loh!

photo 4 (30)

Our Nature Inspiration Card, suka sekali dengan bermain dan berkreasi bebas dengan materi yang kaya dan berkualitas ini, karena pada dasarnya anak adalah pribadi yang kreatif. Stimulasi yang tepatlah yang diperlukan! Dan you know what, saya selalu percaya kreatifitas anak di mulai dari rumah, tidak semata-mata dipercayakan dan mengharap dari sekolah formal.

photo 5 (24)

Nah dengan demikian selesailah organisasi learning resources kami yang berharga, terkagum-kagum dengan ide-ide kegiatan untuk usia 3-12 tahun ini, terutama dengan bagian Matematika untuk usia 6 tahun ke atas. Senang karena mempermudah untuk mengenalkan konsep-konsep dengan car yang real dan juga fun! Untuk review IMC yang lengkap mengenai produk Spielgaben versi 4 bisa di cek di sini ya! dan kegiatan IMC dengan Spielgaben sebelumnya juga bisa di cek di sini.

Bagi IMC readers yang ingin memesan Spielgaben Versi 4 ini mungkin untuk hadiah ulang tahun si kecil atau occasion tertentu, saat ini statusnya waiting list dan akan bisa mulai available sekitar pertengahan bulan Desember. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan spesial promosi kolaborasi IMC readers dan Spielgaben.com, karena persediaan yang terbatas dan pesanan bulan September & Oktober sudah Sold Out, maka kebijakan Spielgaben bagi IMC Readers yang masih menunggu dan waiting list akan tetap akan mendapatkan promosi kolaborasi deal Spielgaben & IMC seharga 535 USD$ (Pick Up di Jakarta Pusat)

Untuk info selanjutnya bisa e-mail langsung ke INFO@SPIELGABEN.COM dan katakan bahwa anda IMC readers dan ingin waiting list atau order langsung ke website berbahasa Indonesia di Spielgaben.com/Indonesia. 

 

 

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Montessori educator, food scientist, entrepreneur, and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *