Mengasah Motorik Halus Anak Dengan Montessori Practical Life

Dear IMC-ers, akhir-akhir ini momC mulai lagi kegiatan Indonesia Montessori Homeschool kami di rumah dan setelah berlibur cukup lama momC akhirnya sempat lagi untuk menyiapkan kegiatan-kegiatan Montessori Practical Life (Kegiatan Keterampilan Hidup Montessori) untuk C. Kegiatan-kegiatan ini sudah kami terapkan semenjak C berusia kurang lebih 20-22 bulan dan ia langsung suka sekali. Segala kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan hidup langsung ditanggapi dengan antusias olehnya. Mungkin betul ya kalau observasi Doktor Montessori mengatakan hal utama yang dipelajari oleh anak usia dini dalam pendekatan Montessori adalah kegiatan keterampilan hidup dulu. Awalnya mulai dari menggulung tikar untuk Montessori Work , lalu membawa tray , mengembalikan barang, menaruh kursi secara tepat dll. Secara naluriah memang anak usia dini ternyata suka dan merasa bangga untuk dapat melakukan hal-hal ini loh!

Nah IMC-ers mulai sekarang bisa melihat kegiatan-kegiatan Montessori di Rumah IMC bersama C di channel yotube kami di sini.

Menuang beras antara kedua kontainer gelas kecil , menuang menggunakan tangan yang dominan ya! dalam pendekatan Montessori kami juga selalu berusaha untuk menggunakan perlengkapan real , bukan mainan. Contohnya seperti wadah menuang ini, kami menggunakan gelas berukuran kecil (bukan terbuat dari plastik ataupun mainan). Ada tujuannya loh membiarkan si kecil menggunakan benda-benda yang real tetapi ukuran kecil yang pas di tangan. Dengan diperbolehkan menggunakan benda-benda real berukuran kecil , anak akan merasa dipercaya, dihargai dan malahan menjadi lebih berhati-hati karena ia menyadari , oh ini terbuat dari gelas, pegangnya hati-hati dll. Kalau ada yang bertanya “Mom C ga takut dipecahin?” – jawabnya : “Ngga. momC ga takut, C so far baru pernah 1 kali tidak sengaja memecahkan gelas kecil itupun karena dia ketawa cekikikan..kalaupun pecah ya sudah, pelajaran, ambil yang lain, justri jadi teachable moment ya !” Memang dari saat usia C 1 tahunan, momC langsung memberikan C makan di mangkok kaca, porselen, gelas kecil terbuat dari keramik, porselen dll nya. MomC beri contoh untuk memegang hati-hati kedua tangan dan beri tahu materi bahan terbuatnya sehingga ia tahu perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Sampai sekarangpun momC ga khawatir kalau C bolak balik mondar mandir ambil minuman pakai gelas / porselen, sudah lebih mantap dan yakin ia akan tahu cara handle with care.

ide kegiatan montessori di rumah

Kalau awalnya C mulai dengan menuang bahan kering antara kedua gelas , selanjutnya C menuang cairan dari jug ke wadah-wadah kecil lalu menuang kembali ke jug menggunakan corong air. Kegiatan ini terlihat mudah dan sederhana di mata kita orang dewasa, tapi bayangkan untuk anak berusia 2-3 tahun, kegiatan ini membutuhkan konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, otot yang cukup kuat dsb.

“It is important to notice… that these are real, not make-believe activities and that they are carried out in a real and not make-believe environment. The child who is washing dusters is washing real dusters because they are dirty; the children who are laying the table are laying a real table with real knives and forks and plates etc, for a real meal – not a doll’s table in a doll’s house for a doll’s tea party. Where you see a child swabbing up water spilt on the floor there has been a real accident, and she is reestablishing order to a real world. This is a matter of great importance…”

Nah IMC-ers, idealnya C menuang mulai dari gelas terkiri lalu ke kanan ya, tapi dalam pendekatan Montessori kami berusaha observasi dan tidak mengkoreksi on the spot, jadi di lain kesempatan saat di presentasikan akan diulang lagi dari kiri ke kanan. Secara tidak langsung menuang air ini mengasah kemampuan estimasi & prinsip volume loh yang di kemudian hari berguna dalam matematika. C selalu senang sekali kalau mendapat undangan kegiatan keterampilan hidup. MomC betul-betul merasa kegiatan-kegiatan ini memiliki kontribusi besar untuk kemajuan C, bagi momC melakukan kegiatan-kegiatan ini yang secara tidak langsung menguatkan otot jari-jari anak dan tangan lebih penting untuk anak berusia 2-3 tahun ketimbang belajar menulis. MomC tidak pernah “mengajari C” menulis, surprisingly begitu ketemu pensil semenjak C langsung tripod grip sendiri….dengan demikian betul-betul momC percaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan ini di rumah karena dampaknya sangat baik. Selain itu pasti kita semua memiliki bahan-bahannya kan? mangkok? gelas kecil? sendok kecil? air? beras? nampan? lap? semua ini dapat IMC-ers gunakan untuk mulai menerapkan Montessori di rumah ya!

keterampilan hidup montessori anak usia dini

Kegiatan yang satu ini yakni transfer atau memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lainnya dari kiri ke kanan menggunakan sponge dapat mulai dikenalkan untuk anak berusia 2.5-3 tahun. Tujuan secara eksplisitnya adalah memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lain namun di balik itu banyak tujuan lainnya termasuk melatih motorik halus anak, mengasah otot-otot tangan anak, koordinasi mata dan tangan anak serta secara tidak langsung anak mulai mengerti konsep menyerap. Kegiatan ini terlihat sederhana, tetapi sangat menarik dan bermanfaat bagi anak prasekolah.

Nah di video klip ini C memindahkan air dari satu wadah ke wadah lainnya menggunakan sponge, ia melakukannya berulang-ulang dan sebagai pendidik kita hendaknya memberikan kesempatan untuk si kecil mengulang-ulang sesuai dengan keinginan mereka. Sengaja momC siapkan lap handuk kecil supaya apabila tumpah, C dapat lap sendiri ya!

“Through practical exercises of this sort the children develop a true ‘social feeling’, for they are working in the environment of the community in which they live, without concerning themselves as to whether it is for their own, or for the common good.”

Selain semua kegunaan di atas, momC juga merasa C menjadi lebih percaya diri dan yakin dalam melakukan sesuatu, lebih dapat mengikuti step by step, mengasah kemampuan berpikir logis hasil dari “sebab-akibat” yang ia sendiri lakukan (“oh kalau dituang, gelasnya jadi penuh, oh lalu kosong lagi…dsb), meningkatkan kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi, memiliki rasa bangga terhadap apa yang ia lakukan terutama karena ia sendiri dapat melihat hasil perbedaannya sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Kadang ada yang iseng berkomentar “Kasian, kok anak-anak disuruh bantu-bantu….” komentar seperti ini menyatakan bahwa they are missing the whole points, anak-anak pada dasarnya suka melakukan apapun yang orang dewasa lakukan, momC masih ingat bahwa dulu waktu momC masih kecil rasanya senaaaaaaannngggg sekali kalau boleh membantu masak di dapur ataupun melakukan apapun yang orang dewasa di sekitar kami lakukan. Selain itu tujuannya pun bukan untuk bantu-bantu sampai selesai, apabila si kecil membantu “mencuci piring” bukan berarti dia harus menyelesaikan semua cucian kita, tetapi hal-hal dan kesempatan berharga yang kita berikan ini justru menimbulkan “sense of pride” menimbulkan rasa dihargai dan dapat berkontribusi terhadap sekitarnya oleh karena itu Maria Montessori mengatakan bahwa tidak ada bedanya bermain (play) dan bekerja (work) karena bagi anak-anak hal ini sama menariknya bahkan lebih menarik dan lebih memberikan kepuasan batin. Yuk diterapkan! kalau sudah coba colek momC ya mention @IndonesiaMontessori #IndonesiaMontessoriCom #MontessoriDiRumahIMC

Untuk puluhan ide keigatan Practical Life Montessori IMC dapat di lihat di sini ya!

“A child who has become master of his acts through long and repeated exercises, and who has been encouraged by the pleasant and interesting activities in which he has been engaged, is a child filled with health and joy and remarkable for his calmness and discipline.”

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Montessori educator, food scientist, entrepreneur, and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *