How To Buy Toys Kids Really Love ?

Dear IMC-ers, kali ini MomC ingin mengulas mengenai cara memilih mainan yang betul-betul berguna jangka panjang dan juga menarik minat si kecil. Di artikel-artikel terdahulu MomC juga ulas mengenai contoh mainan-mainan untuk anak bayi dan montessori-inspired toys untuk batita.

Nah kali ini MomC mau mengulas fase-fase usia anak dan mainan yang cocok untuk si kecil. Sebenarnya jenis mainan apa sih yang cocok untuk setiap fase usia dan seperti apa sih yang mendukung si kecil untuk belajar dari mainan-mainan tersebut? MomC dan DadC termasuk super selektif dalam memilih mainan untuk C. Pssst….dari jaman MomC mengandung, DadC itu udah riset tentang jenis-jenis mainan yang nantinya akan dibeli untuk C (dan of course sebagian udah kami beli sebelum C lahir…haha harap maklum ya namanya juga orang tua sayang anak dan excited ). Untungnya punya suami yang rajin riset , MomC merasa terbantu sekali dalam membesarkan C karena DadC sangat proaktif dan suportif.

perkembangan bayi

Bayi – 2 Tahun

Pada awal C bayi, kami sudah tahu dan sadar bahwa bayi kecil itu belum perlu banyak mainan…mereka perlu mainan sensori yang sederhana dan juga menstimulasi indera mereka dan mainan bayi itu sangat simpel. Pada usia 6 bulan pertama yang si bayi kecil butuhkan adalah stimulasi sensori, karena di situ lah si bayi kecil mulai mengenal dan belajar mengenai dunia sekitarnya. Mainan yang di gantung di atas dapat menjadi mainan yang menstimulasi indera penglihatan dan pendengaran si bayi. Selain itu ketika si kecil beranjak 1 tahun , dapat diberikan mainan yang dapat di dorong ataupun di tarik , mainan ini dapat melatih motorik kasar si kecil dan juga mengenalkan sebab akibat pada si kecil. Selain itu shape sorter (lihat di artikel MomC Montessori Inspired Toys for Toddler) juga merupakan mainan sederhana yang baik untuk si kecil. Dan tentunya selalu nyalakan musik yang lembut untuk si kecil, dengan mendengarkan musik si kecil juga belajar loh! MomC always love Jazz and all classical music, dari C belum lahir setiap hari MomC juga dengerin musik klasik di mobil dll, memang suka aja dan it is my personal taste…haha sampai sekarang kalau lagi ke restoran dan ada lagu yang jazzy …C langsung bilang

” This is Mommy’s favorite song!!!”

review mainan bayi

Dengan mainan ini si kecil mulai mengasah kemampuan motorik halusnya, ia berusaha memasukan bentuk-bentuk ke lubang yang sesuai. Selain itu tentunya board book (buku yang tebal) ataupun buku dari bahan/ soft book juga merupakan pilihan yang tepat untuk anak fase bayi – 2 tahun. Dari membacakan buku sejak dini , si kecil akan menyerap semua kosa kata dan juga membantu mengembangkan kemampuan linguistik mereka. Selain itu mainan yang dapat di tumpuk-tumpuk bebas (building blocks) juga dijadikan pilihan yang baik untuk usia ini. Pada usia ini si kecil juga mulai dapat bermain sensori sederhana , pengenalan tekstur dll. Penting di ingat pada tahapan usia ini perlu di perhatikan mainan yang aman, tidak terdiri dari bagian-bagian kecil yang berbahaya, bagian yang tajam, mainan yang mengandung tali (perlu supervisi penuh), mainan yang dapat berputar, mainan yang bunyinya terlalu kencang, mainan elektrik, mainan yang tidak sesuai dengan usia yang direkomendasikan.  We better be careful than Sorry!

tips mainan bayi

Usia 3 Tahun – 6 Tahun

Nah di usia ini si kecil mulai suka bermain yang melibatkan imajinasi , di fase ini jugalah kemampuan linguistik si kecil berkembang pesat. Salah satu mainan kesukaan yang dapat mengembangkan imajinasi adalah binatang-binatang sawah (Farm Animal Set & Barn). Nah kalau mengikuti pendekatan Montessori, Montessori juga menganjurkan untuk si kecil bermain dengan benda yang serealistik mungkin, jadi katakan si kecil suka main telpon-telponan, kalau di rumah punya telpon lama yang sudah tidak terpakai, mungkin bisa di berikan ke si kecil untuk di mainkan. DadC punya kamera SLR yang sudah lamaaaaa sekali mungkin sekitar 15 tahun yang lalu ya….nah karena sudah ga terpakai, akhirnya DadC berikan kamera itu khusus untuk C. Ia merasa sangat spesial dengan pemberian itu dan ia merasa bahwa dirinya dipercaya untuk memegang dan menggunakan kamera betulan.

cara memilih mainan aman untuk anak

Selain itu pada fase usia ini sangat baik dipilihkan mainan yang “Open-Ended” , hal ini dapat mengasah kreatifitas anak loh! Salah satu open-ended toys yang kami belikan untuk C adalah wooden train and track (kereta api sederhana terbuat dari kayu tanpa figur tertentu).

photo-60

Pastikan mainan kayu ini aman ya! karena banyak sekali concern dengan mainan kayu khususnya cat nya (mengandung lead) dll yang tentunya kurang cocok untuk anak usia dini. MomC juga suka memberikan C dengan mainan jenis open-ended construction sets untuk C , karena di usia ini C mulai suka berimajinasi membangun ini dan membuat itu. Suka aja lihat kreatifitasnya berkembang. Selain itu C juga suka mainan yang mikir, seperti berbagai tangram, permainan-permainan puzzle book yang mengasah kemampuan persepsi visual dan juga berpikir kritis , pegboard dan berbagai jenis puzzle.

tips memilih mainan edukatif untuk anak

Usia 6 – 12 Tahun

Pada fase usia ini, anak biasanya sudah dapat berkonsentrasi lebih lama dan juga bermain secara kooperatif. Pada usia ini anak suka dengan mainan yang menantang “challenging”. Mereka suka belajar ilmu baru dan juga suka mencoba suatu hal baru berkali-kali sampai menemukan penyelesaiannya. Permainan yang konstruktif, science kits, cooperative board games, models , strategy games menjadikan pilihan yang menarik untuk anak pada usia 6-12 tahun. Selain itu anak juga tertarik pada olah raga yang seru dan menantang dan mulai suka bermain video games.

Nah selain jenis-jenis mainan di atas, tentunya IMC-ers selalu dapat mengajak anak melakukan kegiatan seni dan juga membuat mainan kreasi sendiri dari benda-benda yang sudah ada di sekitar kita seperti botol bekas, kardus, dll. Di situlah nantinya daya imajinasi dan kreatifitas anak akan berkembang. Untuk ide DIY Toys dan permainan sensori dapat di cek di kategori “Let’s Play” ya!

Selain faktor kegunaan MomC dan DadC juga selektif dalam memilih jenis bahan mainan , seperti kalau mainan kayu pastikan cat nya aman (non-toxic) tidak mengandung lead dan juga halus permukaannya sehingga tidak melukai tangan si kecil. Selain itu untuk mainan yang terbuat dari bahan plastik, tentunya dipilih yang sudah melampaui standard keamanan internasional, kalau disini badan yang mengurus disebut standard ASTM , diusahakan yang BPA Free , PVC Free (berhubungan dengan kandungan Dioxin) , Pthalates Free khususnya bagi si kecil yang masih mouthing. DadC sebagai material science expert selalu mengingatkan MomC untuk memilih berbagai alat di dapur yang terbuat dari kaca atau stainless steel dibandingkan yang terbuat dari plastik. Memang tidak mudah sih ya, kadang MomC juga 20-30% masih pakai yang berbahan plastik karena lebih tersedia dan mudah saja, tapi menulis ini jadi inget pesan-pesan DadC untuk selalu membeli stainless steel dan juga yang terbuat dari gelas.

photo-719132

Hal ini juga yang menjadikan salah satu alasan material Montessori dan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan Montessori itu kebanyakan terbuat dari kayu natural yang aman, bahkan ada yang tidak cat sama sekali. Memang dalam kehidupan sehari-hari dan realitanya kita tidak bisa 100% menghindari, tetapi ada baiknya hal-hal ini diperhitungkan khususnya untuk anak yang masih bayi. Better buy Quality over Quantitiy, that is our motto . Selain itu tentunya kita selalu mendoakan si kecil untuk selalu sehat dan dilindungi oleh-Nya 🙂

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *