Dear Mommies , banyak Mommies menanyakan tentang ide dan cara-cara mempersipakan “The Prepared Environment” untuk mulai menerapkan “Montessori Di Rumah”. Saya akan share beberapa ide untuk menata ruang kamar anak , ruang main , ruang baca di rumah. Beberapa syarat “The Prepared Environment” adalah keindahan, kebersihan, keteraturan, keamanan dan child-friendly (child-size).
Anak-anak itu suka keteraturan, mereka lebih dapat mengapresiasi mainan dan buku yang tertata rapih dan indah di rak terbuka yang mengundang untuk eksplorasi, dibandingkan mainan dan buku yang ditumpuk-tumpuk di dalam kardus/ lemari. Anak-anak juga mulai mengagumi keindahan dan dapat mengapresiasi keindahan, maka dari itu ruangan diusahakan di tata dengan rapih, bersih dan indah. Keindahan itu bukan selalu mewah atau keren-kerenan..tetapi simpel , bersih, sederhana..bisa juga disediakan beberapa lukisan indah mengenai alam atau pajangan foto-foto orang-orang yang dikasihi. Pada usia dini , anak tidak memerlukan banyak mainan apalagi yang over-stimulasi…yang mereka perlukan adalah mainan yang berkualitas terbuat dari bahan yang bagus (kayu contohnya) yang dapat dimainkan untuk bermacam-macam tujuan (Open Ended Play).
Floor Bed untuk si kecil…
Selain itu kami memakai Floor Bed alias matras di lantai..tujuannya adalah anak lebih memiliki akses ke seluruh bagian ruangan kamar (yang tentunya harus di childproof dan aman!). Beberapa ide dekor kamar anak bisa dilihat di bawah..simpel..mengundang..indah dan aksesibel untuk anak. Lemari untuk menerapkan Montessori di rumah juga disarankan rendah (low shelves) dan terbuka (tidak ada tutup nya), mengapa? supaya aksesibel dan anak dapat mengambil dan mengembalikan sendiri kapanpun mereka merasa tertarik untuk melakukan sesuatu. Rak buku juga dibuat pendek dan sesuai tinggi anak balita, sehingga mereka dapat mengambil buku dan mengembalikannya dengan mudah…juga disertai kursi duduk yang tentunya kecil dan comfy…dengan demikian mengundang minat anak untuk membaca dan berlama-lama duduk di situ 🙂 salah satu corner kesukaan C adalah library nya…dimana dia suka duduk-duduk sendiri di Bean Bag merahnya sambil bolak balik ambil buku-buku nya.
Korner Baca Buku yang menggugah minat si kecil…
Learning Tower / Kitchen Helper di Dapur.
Untuk bagian ruang tamu dan dapur, saya akan membahas di artikel selanjutnya…tetapi prinsipnya pun sama, semua ruangan “Montessori di Rumah” dibuat aksesibel tetapi AMAN untuk anak mengeksplorasi segala sudut rumah…memang terkesan “cape” yah untuk mempersiapkannya? tetapi percaya deh, these all make a BIG different. Rumah kami sendiri belum 100% seperti yang kami inginkan, tetapi mungkin 70% sudah kami siapkan the Montessori Way ..seperti saat ini saya sedang menulis artikel, C dengan aman sedang di dapur sendiri “cuci-cuci” (baca : main air) di kitchen sink, berdiri di kitchen helper kayu nya..tentunya saya bisa lihat dia dari tempat saya duduk, tetapi saya ga takut/ khawatir membiarkan C hang out di dapur…untuk detil nya saya akan bahas lanjutannya ya, subscribe and stay tune Mommies! Selamat menyiapkan ruang Montessori di Rumah anda 🙂
Comments (7)
  1. Hi MomC, glad to join your blog that is so inspiring and usefull for the parents!
    I'm Livia, fully SAHM with 21 months old little girl. Saya merasa bersyukur bahwa anak saya pas di masa2 dmn montessori at home lagi sangat kekinian akhir2 ini.. Banyak mommies keren yg jd inspirasi n give their some time and thoughts to share with all of us, terutama MomC. Salute utk MomC yg gak pernah cape utk sharing byk hal2 yg berhubungan dgn montessori.
    Anyway MomC, regarding the topic 'The Prepared Environtment', anak saya kurang mau explore mainan atau buku2 yg sudah ditaro di shelf terbuka atau tmp yg mudah dijangkau n dilihat, dari kecil memang jarang megang2 barang sembarangan (megang barang sana sini). Ada saatnya mommy merasa senang anaknya gak grasak grusuk kmn2 ��..
    Ada hal2 apa yah MomC sehingga Little L gak mau explore sendiri? Ada tips2 nya gak MomC supaya Little L lbh mau explore with the toys or books. Mungkin para mommies yg laen boleh share ttg hal ini.. Thanks.. ��

    • hi Livia, met kenal juga 🙂 kalau misalnya agak di arahin pernah di coba Mom? misalnya diberi invitation untuk baca buku tertentu, tapi tetap follow aja kalau dia ga mau ya udah gitu? atau coba di taruh di 1 tray tertentu untuk satu kegiatan missal semua yang berwarna hijau gitu…lalu Mom presentasiin/ contohin ini hhijau, dll pegang stau-satu sambil ceritain bentukya, teksturnya dll lalu minta dia sentuh? mungkin karena masih kecil juga mom…btw kalau mau Tanya Mommies lainnya bias post pertanyaan ini di Forum juga kanan atas ya, biasa disana ada Mommies lain yang punya pengalaman sama dan mereka suka share mom…kalau dari saya mungkin lebih spesifik/ disedikitin aja pilihannya dan agak "diarahin" dengan pilihan terbatas…tapi ga dipaksa…:)

  2. Salam kenal yaa 🙂
    Syenang nya baca artikel ini. Anak saya baru 9bln, dan lg seneng kesana kemari..buka2 lemari..tarik2 kertas dan sebagainya. Kira2 mainan apa ya yg bs diaplikasikan ke seumur anak saya. Bundanya mandi, dia pengen ngikut. Bundanya ke dapur..dia pengen ngikut. Dikasih mainan, tampaknua dia lebih tertarik mbuntutin bundanya drpd mainan sendiri..hehe
    Thanks atas responnya ya 🙂

  3. Pingback: FAQ Montessori (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Seputar Montessori) | Indonesia Montessori

  4. Pingback: Ide Penataan Dapur Montessori Di Rumah (Tur ke IKEA Bagian 4) | Indonesia Montessori

  5. Pingback: Ide Menata Kamar & Ruang Main anak the Montessori Way (Tur ke IKEA Bagian 2) | Indonesia Montessori

  6. Pingback: » Indonesia Montessori Homeschool – September 2015IndonesiaMontessori.com | Ide Main Anak Usia Dini | Sekolah di Rumah | Montessori di Rumah | Kumpulan Ide Permainan Anak Usia Dini Indonesia Montessori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *