DIY IMC Imbucare Box – Montessori Inspired

Kegiatan Montessori untuk Bayi Imbucare Box

Hello IMC readers, hari ini kami buat kegiatan yang udah ga baru lagi untuk C, karena kegiatan ini bisa dilakukan untuk anak bayi 6 bulan ke atas malahan. Kali ini menggunakan kardus bekas kemasan dan silinder bekas kemasan kami mengkombinasikan keduanya untuk membuat DIY IMC Imbucare Box for Object Permanence #IMCImbucareBox yang terinspirasi dari salah satu aparatus Montessori untuk bayi dan anak usia dini.

DIY Object Permanence IMC Imbucare Box MontessoriNah kalau IMC readers kebetulan punya kemasan apa saja yang sudah tidak terpakai, bisa di upcycle dan dijadikan salah satu “mainan” untuk si kecil ya. Bisa diberi lubang sesuai yang diinginkan dan disesuaikan dengan jenis objek yang ada di rumah.

ide buat mainan sendiri anak PAUDYang satu ini pas untuk menggunakan kayu persegi dari laci Spielgaben kami ya, C saya biarkan memasukan kayu persegi ini sebanyak-banyaknya, C bilang “makin berat Mommy, hampir penuh.” Kegiatan ini juga dapat digunakan untuk mengenalkan konsep penuh, kosong, ringan, berat, ada, tidak ada, di dalam dan di luar secara konkret ya.

imageSelanjutnya C menggunakan foam shapes dimana tentunya lebih ringan dan sengaja saya membiarkan ia menemukan sendiri kesimpulan tersebut supaya proses “Discovery” nya lebih berarti. C juga menyusun-nyusun Foam Shapes ini tetapi kok mudah jatuh ya? ia agak kesal ketika foam shapes yang ia susun mudah jatuh ia katakan “Ga balance ini….”

imageNah setelah penuh C ngintip-ngintip ke dalam kotak kardus kami, ia katakan “ga ada loh semua ga keliatan…all are inside the box…”. Untuk anak yang lebih kecil konsep ini sangatlah menarik karena seperti permainan “Peek-A-Boo” atau tak umpat, anak bayi usia 6 bulan ke atas mulai menyadari bahwa sesuatu yang hilang dari pandangannya sebetulnya tetap ada, namun tidak kelihatan saja. Itulah salah satu tujuan dari Imbucare Box for Object Permanence nya Montessori. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh anak bayi tentunya benda yang digunakan harap disesuaikan, jangan menggunakan benda yang terlalu kecil, tajam dll. Bisa digunakan bola-bola wol, bola-bola yang empuk ataupun balok kayu yang cukup besar, permukaannya halus dan cat nya dipastikan aman dan tidak mengandung toxic. Di Amerika sini concern yang cukup besar untuk berbagai mainan adalah kandungan Lead dalam Cat dan juga untuk mainan terbuat dari plastik yang tidak memenuhi standard keamanan. Sebetulnya hal ini menjadi concern karena kebanyakan batita atau anak di bawah berusia 3 tahun kebanyakan masih mouthing dan suka memasukan benda ke dalam mulut mereka ya. Yuk dicoba karena yang satu ini adalah salah satu kegiatan yang cocok untuk bayi montessori, selain mengenalkan konsep “ada” “hilang” juga perlahan mengasah pincer grasp si kecil dan koordinasi mata dan tangan si kecil. Dengan demikian kemampuan motorik halus juga akan terasah serta pengertian sebab akibat juga dapat ia temukan dalam kegiatan seru ini #IMCImbucareBox

ide bermain ala reggio open ended playBukan C namanya kalau kegiatan ini berakhir dengan bermain dan berkreasi bebas yang super open ended, sengaja ditambah batu-batuan kecil untuk menambah variasi dimana C bisa eksplorasi sendiri perbedaan media antara foam shapes dan batu kaca. Mana yang lebih berat C? apakah bisa ditumpuk? apakah bisa “gelinding” kalau istilah C, apakah bisa diberdirikan dll. Semua hal ini ditemukan sendiri oleh anak melalui proses eksplorasi bebas dengan berbagai materi yang bervariasi dan kaya.

“The child is made of one hundred . The child has a hundred languages , a hundred hands, a hundred thoughths, a hundred ways of thinking of playing, of speaking.” – Loris Malaguzzi

Di samping menerapkan Montessori di rumah, kebanyakan kegiatan seni dan juga bermain dan kreasi bebas kami terinspirasi oleh Reggio Emilia approach. Saya pribadi menyukai kedua pendekatan ini yang menurut saya komplementer one to another.Sebagai seorang yang berlatar belakang sains, saya menyukai bagaimana anak mengenal berbagai konsep konkret dengan metode Montessori yang mengisolasi setiap variabel untuk diperkenalkan pada anak. Selain sains, saya pun menyukai budaya, berbagai kegiatan seni, musik dll dan menurut saya pendekatan Reggio memperkaya pendekatan Montessori yang sudah saya terapkan pada C. Jadilah saya kombinasikan here and there antara kedua pendekatan ini sendiri.

image

Apa yang terjadi C kalau menggunakan batu hexagon untuk ditumpuk? C merasa lebih mudah menumpuk menggunakan batu-batu hexagon ini. Selain itu C juga mengatakan “Enakan pakai kayu…” hahaha…mungkin ia bermaksud susun-susun pakai Knobless Cylindernya ya!

montessori di rumah indonesiamontessori.com

Yuk dicoba look around you dan buat sendiri DIY IMC Imbucare Box yang bisa mulai diperkenalkan untuk bayi 6 bulan ke atas dengan pengawasan. Mention @IndonesiaMontessori dan hashtag #IMCImbucareBox yah kalau udah jadi, supaya bisa saling tukaran ide dan saling menginspirasi. Semangat!

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author “Montessori di Rumah” & “Real Mom Real Journey” , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *