Tips Mengajar Anak Bermain Puzzle Usia Dini

Hi Mommies, di artikel ini saya mau menjawab beberapa pertanyaan Mommies dan Daddies mengenai main puzzle dengan anak 🙂
Awal-awal sekali (sekitar usia 15-18 bulan) saya coba berikan puzzle bentuk satuan seperti ini :
Pegangannya yang besar dan kokoh mempermudah anak untuk mengambil knob nya dan mencocokan dengan bentuk yang sesuai.
Setelah step ini, saya mulai memberikan puzzle Geometrik lainnya seperti :
Kedua puzzle ini awalnya challenging untuk C yang saat itu berusia 18 bulanan… karena harus mencocokan bentuk yang pas dan sesuai, juga lubangnya harus pas baru bisa masuk..dan pada saat itu dia belum mengerti bahwa kepingannya bisa di putar supaya pas. Tetapi kedua puzzle ini adalah puzzle kesukaan C dan ia mainkan hamper setiap hari sampai akhirnya bisa.
Setelah fase ini, saya mulai memberikan puzzle jigsaw 2-4 pieces. Pada tahan ini kualitas puzzle yang bagus sangatlah penting , dan juga gambar yang menarik juga penting. Mengapa? karena puzzle yang bagus lebih mudah untuk di pasang dibandingkan puzzle yang kurang sturdy. Gambar yang bagus dan menarik juga lebih membuat anak mau mencoba.
Di tahap ini, awalnya saya berikan 2 pieces dulu, saya beri contoh..,lalu saya biarkan C pasang…setelah bisa saya presentasikan yang 4 pieces…awalnya saya dekat-dekatkan ke 4 pieces puzzle itu secaraberaturan (jadi ga jauh2 dari yang seharusnya) sehingga C bisa lihat secara umum kalau puzzle itu disatukan akan membentuk suatu gambar tertentu.
Setelah bisa 4 pieces, lanjut ke 6 pieces. Dari 4 ke 6 ternyata tidak terlalu beda jauh, C mulai mengerti konsep bahwa kepingan2 itu bisa disatukan dan membentuk suatu gambar yang utuh.
Kemudian C ingin mencoba yang 8 pieces, dan ini agak lebih challengeing,setelah ia mencoba 1-2 hari akhirnya bisa…setelah tahap ini semua puzzle ini bisa di campur dan anak bisa main dengan memisah-misahkan sendiri…Cukup lama bermain sama puzzle di tahap ini sekitar 2-3 minggu…dan dari pengamatan saya, saat itu sepertinya dia masih cenderung menghafal posisinya, karena piecesnya masih sedikit.
Setelah mahir dengan 2-8 pieces, saya beli kan lagi yang 12 pieces ini sekitar C berusia 22-23 bulanan. Nah di tahap ini, saya beli banyak set…bermacam-macam gambar yang 12 pieces, mulai dari bus, mobil, kereta api, tema natal, dll yang saat itu menarik perhatian C…
Ini salah satu puzzle favorite C saat itu, awalnya dia mainkan terpisah, lalu setelah itu semua dicampur dan dimainkan berbarengan. Pada tahap ini Mom pantau aja, kalau keliatannya anak terlalu “overwhelming” jangan dikasih semua kepingannya, tetapi sebagian2 aja per puzzle. Kami suka dengan puzzle ini karena terbuat dari kayu, sturdy, ada 4 macam gambar masing-masing 12 pieces…kami suka bawa ini kemana-mana, kalau mommy belanja, C duduk sama daddy suka maenin puzzle ini…suka sekali hamper setiap hari dimainkan berbarengan semua.
Salah satu puzzle 12 pieces kesukaan C dulu :
Selain puzzle jigsaw, pada tahap ini kami juga mempersiapkan C dengan puzzle2 dibawah ini yang disambut baik oleh C , sampai sekarang pun kalau lihat puzzle2 ini langsung dimainkan semua 🙂
Montessori botani dan zoologi puzzle :
Penting dalam tahap ini adalah mengikuti interest anak masing-masing dan jangan memaksa. Saya pernah baca suatu artikel parenting, bahwa setiap anak mempunyai interest dan milestone yang berbeda-beda. Tidak perlu dibandingkan. Bahkan adik dan kakak pun bisa berbeda, ada yang kakak nya tidak suka puzzle sama sekali, tetapi adiknya suka..dan ini tidak perlu dijadikan pressure atau menjadi memaksa anak untuk suka, karena apabila dengan pemaksaaan, tentunya dampaknya tidak akan positif..yang ada anak malah tambah “reluctant” atau ogah-ogah an mainnya….padahal tujuannya adalah self-directed, self-motivated kids…dimana anak dapat memilih kegiatan nya tanpa paksaan. Apabila anak terlihat tidak tertarik, ya kita bersabar dan tunggu besok2 lagi untuk menawarkan untuk bermain dengan puzzle tsb…atau kita mainkan di depan anak tanpa memaksa dia untuk ikut…Selain itu juga banyak cara kreatif lain untuk mengasah persepsi visual anak, meningkatkan focus dll. Ga suka puzzle? NOT THE END OF THE WORLD mommies. Remember that!
Setelah selesai di 12 pieces, saya coba belikan 24 pieces puzzle lantai bergambar farm seperti ini :
Puzzle ini biasanya dimainkan C bersama DaddyC di malam hari, ini awalnya juga agak challengeing untuk C karena gambarnya banyak ya, dan juga backgroudnnya bermacam-macam kan…kurang lebih memakan waktu 2-3 minggu sampai dia bisa memainkan sendiri. Disitu lah perlunya kesabaran orang tua untuk menemani bermain , tetapi bukan kita yang mainkan ya…kita hanya duduk di samping dan melihat apa yang anak butuh? apa dia perlu hint? apa sekedar butuh encouragement..
Pada tahap ini, setelah anak bisa mengerjakan sendiri 24 pieces puzzle tanpa bantuan hint sedikitpun , anak dianggap sudah menangkap ide permainan puzzle jigsaw dan dapat memainkan jumlah-jumlah lainnya dan gamba apapun juga…Nahh journey itu sendiri memakan waktu hmmm kurang lebih 6 bulan untuk C dapat ke level ini. Ga instan kan? hehehe semua ada progresifnya , jadi cobalah membawa anak ke level yang lebih tinggi dengan perlahan-lahan.
Berikut dibawah adalah puzzle kesukaan C ,
Dan saat ini , ini puzzle kesukaan C …saya sarankan untuk puzzle jigsaw jumlah lebih banyak beli merek Ravensburger,bukan dari kayu, tapi kualitas dan gambarnya bagus menarik banget C suka banget semua puzzle ini loh…
Selamat mencoba 🙂
Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *