Mengenal Ciri Bayi Lelah

Ketika Si Bayi Merasa Lelah

Apa yang anda rasakan setelah seharian beraktivitas baik anda mama bekerja atau ibu rumah tangga? Saya rasa, dua-duanya pasti akan merasa lelah bukan selepas berkegiatan ini itu sepanjang hari? Jika anda saja yang orang dewasa ingin istirahat atau sekadar ‘meluruskan kaki’, apalagi si bayi bukan? Meski sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur, anak usia nol hingga 18 bulan juga sering merasakan kelelahan lho moms.

Mungkin sebagian dari anda akan berpikir, masa iya bayi bisa merasa lelah? Kan ia belum bisa memberitahu kita ya? Nah moms, memang ia tidak akan bilang, “Ma, capek nih main seharian.”, atau “Duh kakiku pegal deh habis jalan-jalan ke ragunan.”, seperti yang sudah bisa diceritakan kakaknya yang balita mungkin. Lalu bagaimana sih moms caranya kita tahu bahwa si bayi itu sedang kelelahan? Ternyata tiap rentang usia punya ciri masing-masing lho. Berikut panduan untuk anda ketahui.

Ciri Bayi Lelah Usia 0-3 Bulan

Seperti yang kita ketahui, pada rentang usia ini, waktu si bayi sebagian besar tentu digunakan untuk tidur. Tak heran di usia newborn hingga 3 bulan, biasanya bayi akan merasa lelah bila ia sudah terbangun selama sekitar 1-1.5 jam. Nah bagaimana ciri atau tandanya?

  1. Menarik-narik telinganya.
  2. Menguap berulang-ulang.
  3. Mengatupkan atau mengepal telapak tangannya.
  4. Membuka kelopak mata lebar-lebar atau si bayi terlihat melihat ke sebuah obyek saja.
  5. Mengayunkan kaki dan lengannya ke udara.
  6. Mengisap salah satu atau dua ibu jarinya sekaligus.

Ciri Bayi Lelah Usia 3-12 Bulan

Selepas masa begadang anda lewat alias si kecil memasuki usia lebih dari 3 bulan, maka jam ‘bangunnya’ juga lebih lama sedikit nih moms. Pada usia 3-6 bulan, ia akan merasa lelah setelah terbangun (bermain, menyusu, mandi, dan sebagainya) selama 1.5 – 3 jam. Sementara itu, di usia 6-12 bulan, bayi akan merasa lelah setelah terbangun selama 2-3 jam. Lalu bagaimana kita tahu bahwa bayi usia 3-12 bulan itu tengah lelah?

  1. Rewel yang ditandai dengan merengek-rengek, lalu menangis dan diakhiri dengan teriakan kencang.
  2. Menggosok-gosok mata atau hidungnya.
  3. Menarik telinga atau rambutnya.
  4. Menguap.

Ciri Bayi Lelah Usia 12-18 Bulan

Di usia 12-18 bulan, si bayi mungkin akan merasa kelelahan jika saat malam hari tidurnya tidak merasa nyenyak atau hanya tidur sebentar di siang hari. Atau bisa dibilang, ia akan merasa kelelahan jika ‘jatah tidur’ per harinya yaitu 13-14 jam itu tidak terpenuhi. Berikut cirinya :

  1. Manja dan mau terus menerus didekap oleh anda.
  2. Cengeng atau rewel.
  3. Tak mau bermain atau bosan dengan mainannya.
  4. Tak mau makan atau malas makan atau minum susu.
  5. Hanya ingin digendong saja.

Yang Harus Dilakukan

Moms, meskipun tiap rentang usia bayi memiliki ciri atau tanda kelelahan yang berbeda, namun penanganan terhadap hal tersebut tidak jauh berbeda. Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara menghadapi bayi rewel ya? Ikuti tips simple saya ini deh.

  • Karena bayi belum bisa berbicara dengan bahasa yang kita mengerti, kadang kita jadi bingung sih ya si kecil ini sebenarnya lelah atau lapar sih? Karena rewel juga bisa jadi tanda ia lapar moms. Nah bila ciri itu anda temukan dalam waktu 1.5-2 jam setelah jadwal makannya, maka besar kemungkinan ia memang kelelahan. Jika kurang yakin, anda bisa mencoba memberikan ia ASI/ susu formula. Bila ia menolak, artinya ia perlu beristirahat atau tidur.
  • Bawa si kecil ke tempat tidur lalu ciptakan suasana senyaman dan setemaram mungkin dengan menutup pintu dan gorden jendela. Lalu nyalakan musik pengantar tidur dengan volume kecil dan biarkan ia mengantuk hingga akhirnya jatuh tertidur. Atau jika kebiasaan sebelum tidur si bayi adalah dengan anda membacakan ia buku, maka segera ceritakan isi buku favoritnya hingga perlahan ia pun pulas terlelap.
  • Bila si kecil tak terbiasa dengan suara sekalipun itu musik lembut pengantar tidur, maka ciptakan suasana sepi tanpa suara di kamar. Katakan juga pada penghuni rumah yang lain untuk mematikan perangkat elektronik seperti televisi atau pemutar musik di luar kamar dan menonaktifkan nada dering di ponsel.

Happy trying with your #IMCMontessoriBaby!


Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *