Tips Memuji Anak Dengan Cara Yang Efektif

 

Apakah anda termasuk tipe ibu yang ‘royal’ memberikan pujian pada anak atau justru malah ‘pelit’ nih moms? Tapi pada dasarnya setiap ibu pasti pernah deh ya memuji anak sendiri, seperti misalnya bilang, “ Anak mama cantik/ganteng banget sih!” atau “Wah, Adik hebat sekali lho bisa makan sendiri dengan cepat dan gak berantakan.” Sebetulnya seberapa banyak ya pujian yang boleh diberikan pada anak dan sesering mungkin atau justru jangan terlalu sering? Lalu kalimat yang bagaimana yang sebaiknya kita ucapkan ketika memuji anak? Mari simak gimana sih tips memuji anak secara efektif sebagai berikut ini:


Jangan lebai alias berlebihan
Wajar bila anda bertepuk tangan ketika si balita bisa membaca dengan lantang dan cepat tanpa perlu mengeja lagi. Tapi bila setiap hari ia sudah bisa membaca dan anda terus-terusan bertepuk tangan bangga menyikapinya itu malah gak bagus lho moms. Hal ini akan mengakibatkan anak tumbuh menjadi haus pujian dari anda.

Spesifik saat memuji
Ketika mengutarakan kekaguman anda akan hasil karya anak, misalnya lukisan yang ia buat. Jangan hanya berkata, “Nak, gambar yang kamu buat ini bagus sekali deh.” Lebih baik katakan, “ Awan dan matahari di gambar pemandangan ini membuat lukisan ini terlihat lebih cantik.” Hal ini akan membuat si kecil sadar bahwa anda betul-betul memperhatikan tiap detail dari pekerjaannya.


Hargai proses, bukan hasil akhir
Moms, tanpa kita sadari, sering deh kita menuntut si kecil untuk berprestasi di sekolah atau di kegiatan lain seperti les atau ekstrakurikuler yang diikutinya. Padahal yang lebih penting dari sebuah hasil akhir, adalah juga sebuah proses bagaimana ia berusaha keras untuk berhasil pada aktivitas yang dilakukannya. So, jangan lupa jugaa untuk memuji latihan-latihan balet atau piano yang sudah dilakukannya sekalipun saat konser atau tampil ia melakukan kesalahan-kesalahan kecil atau tak sesempurna harapan anda ya.

 

Gunakan bahasa tubuh
Tindakan nonverbal seperti pelukan, kecupan di pipi, elusan di kepala, atau sekadar menepuk lembut punggung si kecil juga merupakan cara efektif memberikan pujian pada anak. Ketika anda memeluk anak sambil tersenyum sesaat setelah ia naik panggung membacakan puisi/ bernyanyi contohnya, kadang lebih membuat anak bahagia daripada perkataan, “ Penampilan kamu tadi bagus deh.”
Hindari ‘sarkasme’


Moms, yuk kita berhati-hati saat berbicara dengan si kecil ya. Karena salah bicara bisa melukai perasaannya dan membuatnya sedih dan kecewa. Jangan pernah berkata, “ Yeay, akhirnya kamu bisa juga ya naik sepeda setelah kita coba sekian lama.”, ketika ia lancar bersepeda roda dua untuk pertama kalinya. Alangkah lebih bijaksana bila anda bilang, “ Wah, sekarang Adik pasti tak sabar ya untuk bersepeda bersama teman-teman keliling kompleks perumahan kita.” Terdengar lebih halus dan sopan kan?

Puji anak di depan pasangan
Buat pasangan anda yang tak selalu berada dekat anak tiap saat karena harus bekerja dari pagi hingga malam hari, tentu saja ia perlu mengetahui sejauh mana si kecil sudah melakukan pencapaian-pencapaian tertentu. Tak perlu melulu soal prestasi, namun juga kemampuan ia menyikat gigi sendiri dengan benar dan bersih pun perlu anda beritahu pada pasangan kok. Memuji anak di depan ayahnya tak hanya membuat si kecil merasa bangga atas dirinya sendiri, namun juga membuat ayahnya ikutan bangga. Happy trying! #ParentingWithIMC

 

Tags from the story
,
Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *