Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun

milestone anak usia dini stimulasi anak usia dini

Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun

Dear IMC-ers , sebagai orang tua yang menyayangi dan memperhatikan si kecil pasti terkadang terbersit dalam hati apakah si kecil berkembang sesuai usianya ? apakah kita sudah memberi stimulasi yang tepat untuk si kecil? apakah ada yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan perkembangan si kecil? dan pasti masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di benak kita. Sebagai first time parents, sama hal nya demikian MomC dari sebelum C lahir sampai sekarang juga suka mencari info dan bertanya kesana kemari mengenai hal-hal seputar anak. Contohnya misalkan saat si kecil berusia 1 tahun, ada yang bertanya-tanya kok si kecil belum mulai berjalan? atau baru mengatakan sepatah dua patah kata dll. Nah dari pada bingung sendiri MomC suka sekali belajar dari para orang tua yang sudah lebih berpengalaman (seperti Grandma C contohnya) dan juga MomC suka baca-baca buku dan artikel dari berbagai sumber. Nah kalau di sini , pada saat MomC cek up C katakan cek secara umum usia 2 tahun, MomC diminta mengisi questionnaire yang panjang dan berisi tentang kurang lebih pertanyaan tentang gerak gerik dan perkembangan C di rumah baik secara fisik, sosial, bahasa, motorik kasar & motorik halus serta kemampuan kognitifnya. Berdasarkan questionnaire itulah sang dokter kemudian memberikan masukan stimulasi dll dan yang saya suka dari Pediatrician / dokter anak C mereka cenderung tidak menekankan berat badan anak harus naik dll. Mereka cenderung mengatakan selama anak bertumbuh kembang normal, tingginya naik, beratnya perlahan naik, gerak-gerik dan aspek nya berkembang, there is nothing to be worry about! Yeay!!!!

Usia 0-3 Bulan

Si kecil akan mulai menendang dengan kaki dan menggerak-gerakkan tangannya, saat si kecil tengkurap ia akan mulai belajar mengangkat kepalanya. Kepala si kecil mulai bergerak dari posisi kanan/ kiri ke posisi lainnya. Selain itu si kecil mulai menghilangkan refleks menggengam di bulan kedua dan mulai menggengam tangannya. Si kecil juga mulai mengikuti cahaya atau gerakan benda dan dapat menggapai benda-benda di dekatnya. Selain itu si kecil mulai mengenali pengasuh utama dan memberi perhatian pada suara-suara dan mulai mencari sumber suara. Si kecil mulai membuat suara-suara sepeerti ooohh, aaahh,uuh…dll. Nah selain itu si kecil mulai suka menatap sekelilingnya dan lebih suka mengamati wajah orang daripada benda. Nah IMC-ers, kalau waktu lalu MomC pernah memberi masukan bahwa meletakan kaca di dekat tempat bermain si bayi adalah baik untuk perkembangan aspek kognitif anak, karena si kecil suka sekali mengamati wajah , baik wajahnya sendiri maupun wajah orang di sekitarnya. Ahhh this made me remember of C’s first few months , dimana MomC masih capek-capeknya dan clueless tapi berusaha mendekat-dekatkan diri ke kaca supaya C bisa lihat wajahnya sendiri hihi.

Usia 3-6 Bulan

Si kecil mulai dapat duduk dengan sandaran, mulai dapat berguling dari posisi tengkurap ke terlentang ataupun sebaliknya. Ia akan mulai berusaha meraih benda-benda di sekitarnya, mulai mengambil benda dan memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain. Nah pada usia ini, si kecil mulai mengenal ayah dan ibu, mulai tersenyum pada orang lain saat melihat mainan dan gambar yang lucu serta mulai dapat memperlihatkan reaksi wajah saat kesal maupun takut. Si kecil mulai bereksperimen membuat suara yang bervariasi nadanya dan mulai mengenali suara-suara yang ada di rumah. Pada tahapan ini juga si kecil mulai mengeksplorasi benda-benda dengan tangan dan mulutnya. MomC mulai memberikan C buku-buku tebal bergambar menarik dan bertekstur dimana C suka lihat gambarnya aja sambil kelihata berpikir begitu hehehe.

perkembangan bayi

Usia 6-9 Bulan

Nah pada tahapan usia ini, si kecil mulai lancar berguling ke depan dan belakang, duduk tanpa bantuan, mulai merangkak dan mengangkat badan ke posisi berdiri. Mulai juga berdiri dengan memegang perabotan yang ada di sekitarnya. Selain itu si kecil mulai suka permainan interaktif seperti cilukba dan mulai mengenali namanya saat ia dipanggil. Si kecil mulai bisa makan biskuit sendiri dan pincer grasp nya pun mulai berkembang mulai dapat memungut benda kecil dan memegang sendok ataupun cangkir tanpa terjatuh. MomC  jadi ingat pada usia ini MomC suka memberikan C biskuit bayi yang mudah lumer ketika dimakan, how time flies!!!! dan pada usia ini juga dulu MomC mulai ikut-ikut kelas Gym untuk bayi maksud MomC adalah supaya C terekspos ke lingkungan sekelilingnya dan ia sangat senang dan berkembang baik karena bisa bereksplorasi bebas ke sana kemari :). Selain itu MomC mulai semakin gencar membacakan berbagai buku cerita pada usia ini , karena C sudah semakin tertarik dan dapat menunjukan ketertarikan yang lebih. Pada usia ini juga MomC merasa jauh lebih mudah dibanding 0-6 bulan pertama. MomC ingat Date pertama MomC dengan C kurang lebih saat C usia 8 bulanan , kami pergi makan berdua ke cafe terdekat kesukaan MomC dan C saat itu bisa duduk sendiri sambil tersenyum-senyum lebar…I still remember clearly that beautiful sunny day!

Usia 9-12 Bulan

Mulai merangkak lebih cepat, dapat berdiri sendiri selama beberapa detik dan dapat berjalan beberapa langkah sambil berpegangan. Si kecil juga semakin terampil dengan kemampuan pincer grasp dan dapat bertepuk tangan serta melambaikan tangan. Nah pada tahap ini si kecil mulai menunjukan kelekatan pada pengasuh utama dan mulai merespon perkataan jangan “no”. Si kecil memahami lebih banyak kata-kata, mulai menyebut mama atau papa dan mulai membuat percakapan dengan diri sendiri serta mencoba menirukan kata-kata yang familiar yang sering diucapkan orang disekitarnya.Mulai mengembangan permainan permanensi obyek dimana mulai mengerti bahwa benda tetap ada meskpin tidak terlihat. Nah salah satu jenis mainan yang dapat menstimulasi si kecil adalah permainan imbucare box salah satu permainan pendekatan Montessori yang disukai si kecil. Selain itu banyak mainan lainnya yang dapat diberikan untuk menstimulasi si kecil , bisa cek di sini artikel mainan untuk bayi yang seiring dengan pendekatan Montessori.

milestone anak usia dini stimulasi anak usia dini

Usia 12-18 Bulan

Si kecil mulai dapat berdiri sendiri dan berjalan dengan sedikit atau tanpa bantuan sama sekali, mulai memanjat sofa pendek dan naik tangga dengan berpegangan. Selain itu tanpa berpegangan atau menyentuh lantai sama sekali si kecil mulai dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kemnbali. Selain itu si kecil mulai suka mengimitasi orang di sekelilingnya dan tanpa dapat menunjuk minimal 1 anggota tubuhnya. Dari aspek motorik halus, si kecil mulai dapat membangun menara 2 balok, memegang gelas dengan 2 tangan dan membuat coret-coretan serta membali halaman buku. Selain itu si kecil juga mulai memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil. Nah tahapan ini menurut MomC pribadi kegiatan bermain dengan si kecil menjadi lebih menarik untuk MomC. Pada rentang usia ini pula MomC mulai lebih fokus terhadap kemampuan motorik halus C, kalau sebelumnya MomC lebih fokus terhadap kemampuan motorik kasar C (merangkak, berdiri, dll), di tahapan usia ini MomC mulai lebih memperhatikan motorik halus C. Di sini lah kita mulai dapat membiarkan anak untuk coret-coret di kertas, finger paint, sensory play, minum dengan gelas kaca (apabila mengikuti pendekatan Montessori, anak di biarkan minum dengan gelas kaca yang berukuran kecil sejak dini.) ,dan juga mulai makan sendiri. Untuk ide mainan anak pada rentang usia ini juga dapat di cek di artikel ini.

Usia 18-24 Bulan

Si kecil mulai berlari , berjalan mundur, berjongkok dan naik tangga sendri. Mulai dapat menendang dan melempar bola, melompat di tempat, menari mengikuti irama musik serta menarik dan mendoring benda yang tidak terlalu berat. Selain itu si kecil mulai dapat membangun menara 4 balok atau lebih, membalik halaman. Makan dan minum sendiri, menyobek kertas, memasukkan benda ke lubang yang sesuai dan menunjukkan preferensi tangan. Mulai ingin membantu memakai dan melepas pakaian dan bisa memberitahu ketika celananya basah. Semakin menyimak dan menikmati cerita dan semakin memahami perkataan orang lain. Mulai mengucapkan kalimat kombinasi 2 kata dan perbendaharaan kosakata mencapai 20 kata atau lebih. Mulai tertarik untuk mencocokkan dan mengelompokkan benda dan mulai paham konsep pemilikan. Nah pada rentang usia ini pula MomC semakin giat menerapkan aktifitas montessori di rumah bersama C , mulai dari kegiatan montessori keterampilan hidup (practical life) serta mulai memberikan C kegiatan mencocokkan benda dengan gambarnya dan ini adalah kegiatan kesukaan C di saat-saat tersebut. Selain itu C mulai MomC libatkan membantu mencuci pakaian dan membantu menyiapkan makanan (menuang, mengaduk, dll) pada rentang usia ini juga. Pada usia ini juga C mulai belajar trasfer menggunakan sendok, menuang air dengan gelas kaca tanpa tumpah, dll. Untuk berbagai kegiatan keterampilan hidup dapat di cek di kategori kurikulum , practical life (keterampilan hidup) dengan pendekatan Montessori. Wah di tahapan ini MomC merasa semakin mudah bermain dengan C, semakin seru dan semakin asik! karena C mulai dapat seru-seruan dan semakin mengerti percakapan kami.

milestone karakter anak usia dini kognitif sensorik motorik bahasa

Usia 2-3 Tahun

Melompat dengan dua kaki, berjalan naik dan turun tangga tanpa kesulitan, berjalan sambil berjinjit, menendang dan melempar bola,mengayuh sepeda roda tiga, dan bergerak dengan kekuatan dan koordinasi. Selain itu si kecil mulai dapat menuang dan membawa benda dengan kontrol, makan sendiri tanpa kesulitan, melipat kertas, menggunting tanpa pola, menyusun menara balok 6 atau lebih, mulai memegang alat tulis dengan tripod grip dan membuat garis lurus serta lingkaran. Mulai semakin mandiri , mulai berbagi, bekerja sama dan paham hal orang lain. Suka bermain pura-pura dan mengembangkan imajinasi. Dalam kemampuan verbal akan melonjak 50-300 kosakata , bicara dengan kombinasi 3-4 kata. Mulai ikut bernyanyi dan memahami cerita pendek. Mulai mengajukan dan respon terhadap pertanyaan dengan kalimat pendek. Mulai menyebutkan 6 anggota tubuh serta mulai menyusun puzzle 3-4 keping . Nah untuk tips mengajarkan puzzle bagi anak usia dini, pernah MomC ulas pengalaman pribadi MomC dengan C dan bisa cek di artikel ini.

Usia 3-4 Tahun

Si kecil semakin dapat berlari dengan kontrol , menangkap bola yang memantul, melempar bola dengan tangan di atas melampaui kepala, meniti di atas papan yang cukup lebar, serta melompat dan berdiri dengan satu kaki hingga 5 detik. Pada tahapan usia ini pula si kecil mulai menunjukkan kasih sayang ke keluarga dan teman, mulai berpartisipasi dalam permainan kelompok sederhana, temperamen lebih stabil serta mengenali jenis kelamin sendiri dan orang lain. Si kecil dapat berbicara dengan kalimat yang terdiri dari 5-6 kata, membuat cerita sendiri , menyebutkan nama lengkap, usia dan jenis kelamin serta mulai bertanya dengan menggunakan variasi kata. Pada usia ini si kecil masih sulit membedakan fantasi dan realita serta semakin memahami berbagai kegiatan dan fungsi benda. Pada aspek motorik halus si kecil mulai dapat menggunting pola dengan garis lurus, membangun menara balok 9 atau lebih, meronce , membuka dan menutup toples dll. Nah untuk mengasah kemampuan motorik halus si kecil Mommies dan Daddies dapat menerapkan kegiatan Montessori di rumah yang nantinya sangat berguna untuk kemampuan belajar menulis di kemudian hari. Untuk kumpulan kegiatan keterampilan hidup dengan pendekatan montessori dapat di cek di artikel ini. 

Usia 4-5 Tahun

Pada tahapan usia ini , anak dapat melompat dan berdiri di atas kaki selama 10 detik atau lebih, melakukan lompatan jauh, berjalan di atas papan keseimbangan, berguling ke depan, mulai skipping dan menggunakan sepatu roda. Preferensi tangan semakin jelas dan memegang alat tulis layaknya orang dewasa, mulai mewarnai dalam garis, menggunting dan menempel bentuk geometris, menulis huruf-huruf, menggambar orang dengan badannya serta belajar memakai sepatu bertali. Mulai dapat mengekspresikan emosi dengan kata-kata, mulai dapat membenarkan benar dan salah, mencari penghargaan orang lain, dan lebih suka bermain bersama teman daripada sendirian. Selain itu bicara juga semakin lancar dan kalimat lebih kompleks, menyimak percakapan orang lain, menyebut alamat dan dapat menceritakan kembali cerita/pengalamannya. Pada rentang usia ini pulai si kecil mulai mengenali pola, menghitung benda hingga 10, menyebutkan setidaknya 4 warna dan bentuk, semakin paham sebab akibar, semakin paham konsep waktu (sekarang, segera, nanti, pagi, sore), dan dapat menyusun 3 gambar sesuai dengan urutan kejadian.

Nah demikian sekilas mengenai perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya. Sekarang pertanyaanya bagaimana kita menstimulasi anak dengan tepat sesuai dengan jenjang usianya? dan bagaiamana kita mengetahui apabila ada tanda-tanda peringatan keterlambatan perkembangan? di buku Panduan Tumbuh Kembang Dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun yang ditulis oleh Rumah Dandelion di situ dapat dipelajari lebih jelas mengenai tahapan perkembangan, cara stimulasi yang tepat dan juga peringatan tanda-tanda keterlambatan perkembangan. MomC sendiri senang sekali membaca buku-buku parenting khususnya dari berbagai sumber seperti dokter, psikolog, ilmuwan dll untuk semakin mendalami dan dapat memahami C dalam berinteraksi sehari-harinya. Memang tidak mudah untuk meluangkan waktu dan membaca terlebih dengan kesibukan sehari-hari yang sudah amat sangat padat di sini, tetapi MomC merasa itu adalah tugas kita sebagai orang tua untuk juga mengerti perkembangan anak kita, karena dengan demikian kita dapat menyiapkan kegiatan yang sesuai. Dan kalau ada hal yang perlu diperhatikan, kita bisa mengenali tanda-tanda tersebut dan mengkonsultasikannya kepada ahlinya.

 

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *