Introduction to Skip Counting The Hands On Way

Dear IMC mommies, kali ini saya ingin share kegiatan C di rumah dan kegiatan ini bisa di lakukan serta diperkenalkan kepada anak berusia 4-5 tahun ataupun anak usia Sekolah Dasar. Skip Counting kali ini C menggunakan wooden dots dari laci-laci Spielgaben.

Untuk anak berusia 4-5 tahun pada awalnya bisa dikenalkan dengan dasar konsep kuantias dulu seperti C dibawah ini ya.

Ketika anak sudah betul-betul paham barulah mommies bisa mencoba mengenalkan ke tahap lanjutnya yakni salah satunya Skip counting. Kali ini C mau menggunakan kelipatan tiga ya. Menggunakan post-it dan kayu-kayu geometri Spielgaben saya menuliskan 3,6,9,12 dst.


Untuk anak-anak yang sudah lebih besar dan ingin mengenal konsep perkalian dan akar dapat dikenalkan secara tidak langsung juga. Untuk kelipatan 3, pada saat C membuat dan menandakan 3,6,9 C dapat melihat secara langsung ada berapa 3 sih yang diperlukan untuk menghasilkan 9? C menjawab ada 3 – 3 , ia jawab there are three threes Mommy….

Nah setelah anak mulai familiar, saya mengajak C untuk membentuk persegi (square) dari 3 – threes itu dan ta daaaaa jadi square betulan loh! C excited banget ketika membentuk Square ini. C juga mencoba satu-satu dari 2-10 hahaha… yang 10 akhirnya membentuk 10×10 = 100 kalau di metode Montessori jadilah one hundred square dari 10  ten bead bars ya C!

 

Saya sengaja mengenalkan C (well sebetulnya request dari C…) secara konkret dulu menggunakan perkakas yang bisa C sentuh, manipulasi menggunakan tangannya supaya lebih menarik dan pengenalan secara multi sensori ini terinspirasi dari pendekatan Montessori skip counting. Nah betulan jadi square kan? hayooo siapa yang baru mendapat revelation kali ini? sejujurnya selama saya sekolah dulu pun saya ngga menyangka bahwa tiga pangkat tiga bisa jadi persegi betulan ! magical math!

In mathematics, a square is the result of multiplying a number by itself. The verb “to square” is used to denote this operation. Squaring is the same as raising to the power 2, and is denoted by a superscript 2; for instance, the square of 3 may be written as 32, which is the number 9.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar, anda dapat menggunakan prinsip ini yang sederhana namun keren dan powerful karena saya yakin sang anak akan lebih mudah mengerti dan menangkap konsep nya. Seru kan pengenalan dasar aljabar untuk anak-anak sekolah dasar? to me it is super magical! Dulu waktu jaman saya SD saya ingat betul diminta ngafalin tabel perkalian sekitar kelas 1-2 SD.Ya ga susah-susah amat sih sebetulnya hehee cuma menurut saya, saya ingin meletakan dasar yang kuat untuk C dengan cara yang rileks dan santai tanpa tuntutan dan bukan ketika “harus hafal” lalu heboh ngafalin gituuu ajaaa sii maksudnya hehe. Nah gimana kalau ketika diberikan presentasi ternyata si kecil belum menangkap juga? Ngga apa-apa Mommies, jangan berkecil hati ya. Anda bisa mengulang lagi ke basic sebelumnya, make sure anak betul kenal konsep kuantitas terlebih dahulu lalu bisa di bantu dengan hundred board yang mengenalkan anak pada susunan 1-100 dimana anak juga secara tidak langsung sadar ohh ada pola/pattern tertentu ya! Untuk saya, kebetulan C minta kegiatan ini dan sesudahnya saya dapat big hug plus C bilang “I am so happy mommy, I love this activity…” hahahaa I am glad you love it C, because happy kids mean happy mommies and when you are happy, I can sleep well too! Ahemm!

Untuk ide-ide kegiatan pengenalan konsep matematika dasar menggunakan aparatus Spielgaben V4 yang terinspirasi dari pendekatan Montessori dapat di cek di sini ya!

Written By

Elvina Lim Kusumo is a Mother , Author "Montessori di Rumah" & "Real Mom Real Journey" , food scientist, Montessori Educator , and founder of IndonesiaMontessori.Com (IMC).

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *